Simponi Menang Lomba Musik Antikorupsi Dunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara sepeda motor melintas di depan mural tentang korupsi di kawasan Glodok, Jakarta Barat, Selasa (21/8). ANTARA/Fanny Octavianus

    Pengendara sepeda motor melintas di depan mural tentang korupsi di kawasan Glodok, Jakarta Barat, Selasa (21/8). ANTARA/Fanny Octavianus

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah band remaja Indonesia, Simponi, berhasil mengharumkan nama negeri di ajang internasional. Mereka menyabet peringkat dua dalam kompetisi musik antikorupsi bertajuk "Fair Play" yang diadakan Global Youth Anti-Corruption Network.

    Simponi (Sindikat Musik Penghuni Bumi) meraih prestasi tersebut lewat sebuah video klip untuk lagunya berjudul Vonis (Verdict). Dalam ajang ini, mereka masuk tiga besar bersama grup musik dari Mesir dan Kongo. Ketiganya berhasil menyisihkan 75 karya lain yang dikirim dari 35 negara dari seluruh dunia.

    Dalam video berdurasi 4:13 menit itu, Vonis bercerita tentang konflik realitas sejarah pemuda masa kini. Bayangan mereka tentang kisah patriotik pendiri bangsa di usia muda kala itu berbenturan dengan realitas kontemporer pejabat dan politikus korup di usia yang sama. Video ini menceritakan segelintir anak muda yang berusaha menjaga mimpinya, melakukan yang terbaik, dan mengajak pemuda lainnya untuk bergabung bersama mereka, memerangi korupsi.

    Penggalan lirik dalam lagu tersebut menggambarkan betapa geramnya mereka dalam kondisi yang kini terjadi di Indonesia. "Kita buat perubahan / Kita bukan generasi yang bisu / Tuangkan imajinasi liarmu / Kita bangun revolusi."

    Lagu Vonis, seperti diterangkan dalam situs Simponi, kini sudah seperti lagu wajib yang selalu mereka nyanyikan saat menggelar Tur Anti-Korupsi di sembilan provinsi di Indonesia. Tur ini menyambangi 90 sekolah sejak September ini sampai 9 Desember 2012. Semua lagu yang dibawakan dalam tur itu membawa pesan antikorupsi.

    Tahun lalu, Simponi juga aktif menggelar roadshow antikorupsi bersama Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di sekolah-sekolah menengah di Jakarta pada September-Oktober tahun lalu.

    Sebagai pemenang kompetisi dunia ini, Simponi akan bergabung dengan lebih dari 1.500 aktivis seluruh dunia untuk berpartisipasi dalam 3rd Voices Against Corruption Forum. Acara yang akan digelar pada 5-6 Desember ini memberi mereka kesempatan untuk menyuarakan semangat antikorupsi lewat nada.

    Simponi sendiri adalah sebuah band remaja asal Depok, Jawa Barat. Mereka berdiri pada 2010 dan beranggotakan tujuh orang, yakni Rendy (vokal dan gitar), Bunky (gitar), Fani (gitar), Etta (bas), Mimi (keyboard, vokal), Imron (drum), dan Abuy (perkusi). Jika kita masih ingat, Rendy, sang vokalis, adalah pemeran Arai yang gemar bersenandung dalam film Sang Pemimpi.

    ANTICORRUPTIONMUSIC | M. ANDI PERDANA

    Berita Terpopuler:
    Wanita Teman Telanjang Pangeran Harry Ditahan

    Ribuan Pendukung Hartati Kepung KPK

    Cari Donasi demi Tonton Eksekusi Pemerkosa Anaknya

    40 Jenis Mobil Akan Dilarang Minum BBM Bersubsidi

    Keputusan Arsenal Jual Van Persie-Song, Disesali

    Sejumlah Tokoh Siapkan Mahfud MD Jadi Capres

    Zulkarnaen Minta Sebutan Korupsi Al Quran Direvisi

    Mau Sehat, Jangan Makan Camilan Ini

    Tes Mamografi Malah Menyebabkan Kanker

    Blatter: Ronaldo Jenderal, Messi Pesulap


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.