Pembukaan Borobudur Diramaikan Festival Jazz  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan memadati jalan masuk candi Borobudur di komplek Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jateng, Sabtu (3/9). Puluhan ribu wisatawan dari berbagai daerah mengisi libur Lebaran dengan mengunjungi candi Borobudur, diperkirakan puncak kunjungan wisatawan ke Borobudur akan terjadi pada besok Minggu (4/9). ANTARA/Anis Efizudin

    Wisatawan memadati jalan masuk candi Borobudur di komplek Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jateng, Sabtu (3/9). Puluhan ribu wisatawan dari berbagai daerah mengisi libur Lebaran dengan mengunjungi candi Borobudur, diperkirakan puncak kunjungan wisatawan ke Borobudur akan terjadi pada besok Minggu (4/9). ANTARA/Anis Efizudin

    TEMPO Interaktif, Yogyakarta - Pagelaran musik jazz akan memeriahkan peresmian pembukaan lantai 8, 9, dan 10 puncak Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, besok Sabtu, 22 Oktober 2011.

    Pesta jazz yang digelar secara gratis selama empat jam mulai pukul 10.00-14.00 WIB itu akan diisi oleh penampilan komunitas jazz asal Magelang dan Yogyakarta.

    Kepala Unit Taman Wisata Candi Borobudur Pujo Suwarno menuturkan sejak erupsi Merapi Oktober-November 2010 silam lantai 8-10 itu terlarang bagi wisatawan karena belum steril dari abu vulkanik Merapi, sehingga tertutup untuk umum.

    “Lantai itu baru dibuka sebulan lalu untuk publik, dan sekarang peresmiannya dengan pesta jazz untuk mengundang kembali wisatawan baik domestik maupun mancanegara,” kata dia, Kamis, 20 Oktober 2011. Wisatawan yang ke lantai puncak saat ini masih dibatasi dan dilakukan bergilir untuk mempermudah pengawasan.

    “Jadi kalau sudah ada 80 wisatawan di puncak candi, yang lainnya menunggu giliran berikutnya sesuai dengan waktu yang diatur,” kata dia.

    Program pergelaran jazz ini merupakan pilihan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Perpaduan jazz dengan latar belakang candi diharapkan menjadi sajian yang mampu membangkitkan lagi emosi kultural kekhasan Borobudur yang terbuka bagi elemen apa pun, baik seni tradisi maupun modern.

    Sementara itu pegiat komunitas jazz Yogyakarta yang juga pengasuh media sosial komunitas jazz Warta Jazz Yogyakarta, Ajie Wartono, menuturkan dari Yogyakarta sendiri akan tampil dua musisi jazz kawakan yang pernah menggawangi kelompok jazz legendaris Yogyakarta, Tutty and Friend, yakni Yossias dan Agung Prasetyo.

    Aji menilai pertunjukan jazz sebagai sarana menggeliatkan Borobudur saat ini momennya cukup tepat. Namun, lanjut dia, akan lebih mengena jika saja dipadukan dengan potensi lokal setempat seperti halnya yang terjadi di Ngayogjazz Yogyakarta, Jazz Gunung di Bromo, dan Asean Jazz di Batam.

    “Borobudur merupakan tempat yang sangat iconic, terlebih untuk pertunjukan jazz. Seharusnya ini bisa lebih dari sekadar pertunjukan dadakan ke depannya, tapi juga menjadi paket wisata alternatif dengan dikemas lebih matang,” kata dia.

    Ajie berharap dengan kekuatan pesona Borobudur yang terkenal di mancadunia, pertunjukan jazz ini bisa menjadi agenda rutin yang melibatkan ekonomi kreatif masyarakat sekitar, serta komunitas tradisi seperti topeng ireng dan lainnya. Ekonomi kreatif misalnya memberikan stand-stand perajin dan jajanan lokal di situ.

    “Jadi tidak melulu musik, tapi juga ajang mengangkat potensi lokal seperti wisata kuliner, wisata budaya, dan spriritual. Ini lebih kena promonya,” kata dia.

    Perheletan jazz tahunan Yogyakarta, Ngayogjazz, akan digelar pada 12 November 2011 dipusatkan di Kota Gede Yogyakarta. Setidaknya ada delapan komunitas jazz dilibatkan dari berbagai daerah, termasuk Magelang. Tema kali ini, kata Aji, akan lebih difokuskan untuk mengangkat potensi-potensi jazz muda di daerah agar kian eksis dan membumi dengan lokalitas.

    PRIBADI WICAKSONO



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.