Boediono Apresiasi Pentas Opera Tan Malaka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Wakil Presiden Boediono malam ini, Sabtu 23 April 2011, menjadi salah satu dari ratusan penonton yang menyaksikan Opera Tan Malaka yang digelar di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki. Ditemani istrinya, Herawati, Boediono yang memakai batik hijau lengan panjang terlihat menikmati pertunjukan tersebut.

    "Ini seperti bentuk puisi Goenawan Mohamad dalam puisi dan kertas,"ujarnya memberikan apresiasi terhadap pertunjukan yang berdurasi sekitar 120 menit itu.

    Kata dian pertunjukkan Opera Tan Malaka ini tidak mudah untuk cepat dicerna. Untuk menikmatinya, wakil presiden ini, "Perlu direfleksikan dan diendapkan dulu."

    Berbeda dengan dengan pementasan perdananya di Teater Salihara Oktober tahun lalu, pementasan Opera Tan Malaka kali ini mengalami banyak penyempurnaan, baik pada komposisi musik maupun aspek pemanggungan, termasuk kostum, dan koreografi.

    Kali ini pendekatannya lebih puitik dan imagestik, kata Goenawan Mohamad, sutradara Opera Tan Malaka, dalam konferensi pers di Komunitas Salihara, beberapa waktu lalu.

    Dari segi musik, Tony Prabowo, pada pementasan opera Tan Malaka tahun ini, juga menambahkan satu repertoar akapela atau paduan suara tanpa iringan musik.

    Opera ini adalah perkawinan antara musik dengan sastra yang dikenal dengan nama "Opera-Esai".

    RIRIN AGUSTIA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.