Miss World 2010 dan Ketegangan Politik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Miss USA Alexandria Mills dinobatkan menjadi Miss World 2010 (Reuters)

    Miss USA Alexandria Mills dinobatkan menjadi Miss World 2010 (Reuters)

    TEMPO Interaktif, Sanya -Kontes Kecantikan Miss World ke-60 di Sanya, Cina pada Sabtu (30/10) malam berlangsung di tengah kontroversi dan aroma politis. 

    Salah satu topik yang panas dibicarakan adalah saat Miss Norwegia gagal masuk ke urutan lima besar, ditambah lagi dengan kemenangan Miss USA Alexandria Mills yang dinobatkan sebagai Miss World 2010. 

    Keputusan ini membuat berbagai spekulasi, salah satu spekulasi yang berkembang, para juri tunduk dengan tekanan Beijing. Beijing tampaknya masih marah dengan Norwegia setelah Oslo -ibu kota Norwegia- yang menjadi markas komite Nobel memberi hadiah nobel bagi Liu Xiaobo yang dianggap pemerintah Cina sebagai pembangkang, 

    Kontes Miss World sebenarnya dijadawalkan berlangsung di Vietnam, namun kemudian dipindah ke Sanya, sebuah pulau tropis di Hainan, Cina Selatan. Pemindahan ini dilakukan karena tempat sebelumnya berlangsung di sebuah zona ekologi dan di sana dikabarkan penduduk setempatnya diusir dari tanah mereka. 

    Pemindahan tempat ini mengingatkan pada kontes Miss World 2002, ketika itu Miss World ke-52 seharusnya berlangsung di Abuja, Nigeria namun dipindah ke London, Inggris setelah 200 orang tewas di Nigeria akibat kerusuhan yang dipicu oleh artiket sebuah surat kabar yang menyarankan nabi Mohammad memilih salah seorang kontestan untuk dijadikan istri bila ia masih hidup. 

    Dipilihnya Sanya sebagai tuan rumah adalah yang kelima kalinya dalam delapan tahun terakhir. Ini artinya, Taiwan, yang diklaim Cina sebagai wilayahnya tidak masuk ke dalam 115 perserta. Ketengangan politik lainnya terasa ketika para penonton hening saat Miss Japan muncul. Beijing dan Tokyo memang masih bersengketa atas Kepulauan Diaoyu di Laut Cina Timur. 

    Miss World adalah kontes kecantikan tertua di dunia. Kontes ini pertama kali diadakan di Inggris oleh Eric Morley pada 1951. Awalnya kontes ini adalah kontes bikini. Pada 1959 BBC mulai menayangkan kontes ini, pada tahun 1960-an dan 1970-an menjadi program televisi dengan rating tertinggi, biasanya ditonton oleh sekitar 30 juta orang. 

    Pada 1980-an, kontes ini melakukan reposisi dengan slogan Beauty with Purpose, kontes ini bukan hanya menampilkan kemolekan pesertanya tapi juga kepribadian dan kecerdasan. 

    Sejak Eric meninggal pada tahun 2000, kontes ini dilanjutkan oleh istrinya, Julia Morley. Kontes ini menjadi salah satu kontes kecantikan yang paling terkenal selain Miss Universe dan Miss Earth. Pemenang kontes ini akan mewakili Miss World Organization selama setahun untuk berbagai acara. Biasanya, Miss World terpilih akan tinggal selama satu tahun di London. 

    TELEGRAPH I POERNOMO GR 



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.