Sendratari Mahakarya Borobudur Tetap Digelar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penari mementaskan salah satu adegan pada pagelaran sendratari Mahakarya Borobudur di panggung terbuka Aksobya di kaki Candi Borobudur, Magelang, Jateng, Sabtu (22/5) malam. (ANTARA/Anis Efizudin)

    Sejumlah penari mementaskan salah satu adegan pada pagelaran sendratari Mahakarya Borobudur di panggung terbuka Aksobya di kaki Candi Borobudur, Magelang, Jateng, Sabtu (22/5) malam. (ANTARA/Anis Efizudin)

    TEMPO Interaktif, Semarang - Meski kompleks Candi Borobudur tak luput dari guyuran abu vulkanik Gunung Merapi, pementasan Sendratari Mahakarya Borobudur pada 30 Oktober besok tetap berjalan sesuai rencana. Kepastian tersebut disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah, Maryanto, ketika dihubungi Tempo, Kamis siang tadi. "Semuanya sesuai rencana. Tidak terpengaruh dengan abu Merapi," kata Maryanto.


    Sejak Rabu kemarin, tutur Maryanto, petugas dari Balai Konservasi Peninggalan Borobudur dan PT. Taman Wisata Candi Borobudur tengah membersihkan Candi Borobudur dari abu vulkanik Gunung Merapi yang mengguyur sejak Selasa lalu. "Penyedotan abu akan selesai hari ini," ujarnya.


    Debu vulkanik dikhawatirkan dapat merusak batu candi. Dengan selesainya pembersihan debu, maka mulai besok pengunjung Candi Borobudur diperbolehkan naik ke puncak candi. Sebelumnya, pada Rabu dan Kamis, pengunjung hanya dipebolehkan sampai di pelataran candi.


    Terkait dengan letusan Gunung Merapi, Maryanto memastikan tidak berdampak pada obyek pariwisata di Jawa Tengah. Kepada para agen wisata, baik dalam maupun luar negeri, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah telah memastikan semua obyek wisata aman dikunjungi. "Termasuk kepada dua kapal pesiar yang akan berlabuh di Pelabuhan Tanjung Emas 30 dan 31 Oktober nanti yang juga akan mengunjungi Borobudur".


    Pergelaran Sendratari Mahakarya Borobudur akan digelar di panggung Aksobya Candi Borobudur. Sendratari kolosal ini menceritakan pembangunan Candi Borobudur pada masa Raja Smratungga dari Wangsa Syailendra pada abad ke-8 Masehi. Sendratari ini akan dimainkan sekitar 150 penari dari Institut Seni Indonesia Surakarta bersama para seniman sekitar Candi Borobudur yang diiringi alunan sekitar 30 gamelan.



    SOHIRIN


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.