Kota Berlin Dibom Puisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Berlin -Hujan puisi terjadi pada Sabtu malam pekan lalu di Berlin ketika 100.000 pembatas buku berisi puisi karya 80 penyair dari Jerman dan Chili dijatuhkan ke kota dari sebuah helikopter.

    Aksi selama 1,5 jam itu ditujukan sebagai protes menentang perang dan seruan perdamaian, sekaligus perayaan 200 tahun kemerdekaan Chili. Ini merupakan proyek "hujan puisi" kelima dari kelompok seni Chili, Casagrande, yang menyelenggarakan pemboman serupa di Santiago de Chile (2001), Dubrovnik (2002), Gernika (2004) dan Warsawa (2009)--semua kota yang, seperti Berlin, pernah menderita pemboman udara dalam sejarah mereka.

    Penyelenggaranya mengatakan, bila pemboman di masa perang ditujukan untuk "merusak moral" penduduk, maka bom puisi ini untuk "membangun sebuah kota baru dengan memberi makna baru terhadap peristiwa tragis masa lalu".

    Proyek ini, yang dikerjakan Casagrande bersama Literaturwerkstatt Berlin, jadi bagian dari Long Night of Museums di Lustgarten, tempat ratusan orang berkumpul untuk mendengar pembacaan puisi dan pertunjukan dari para seniman Amerika Latin.

    Puisi-puisi yang dijatuhkan itu adalah karya sejumlah penyair, termasuk Ann Cotten, Karin Fellner, Nora Gomringer, Andrea Heuser, Orsolya Kalász, Björn Kuhligk, Marion Poschmann, Arne Rautenberg, Monika Rinck, Hendrik Rost, Ulrike Almut Sandig, Tom Schulz, Thien Tran, Anja Utler, Jan Wagner, Ron Winkler dan Uljana Wolf.

    Iwank | Guardian


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.