Pergelaran Aceh Membaca Jakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Sebuah pergelaran seni budaya bertajuk Pertunjukan Kaki 5 Aceh Membaca Jakarta digelar di plaza monumen Patung Tekad Merdeka, Gelanggang Remaja, Jakarta Pusat, pada Selasa sore kemarin. Pergelaran yang diprakarsai oleh Komunitas Planet Senen tersebut menampilkan beragam kesenian tradisional Aceh.

     

    Menurut Fikar Weda, pengatur lakon acara tersebut, konsep acara ini bentuknya mengadopsi gaya menjual obat di Aceh. Itu terlihat dari lokasi pementasan yang memilih ruang terbuka publik. “Kami ingin mengampanyekan kesenian tradisional dari Aceh pada orang-orang yang ada di sini,” katanya.

     

    Dipilihnya ruang terbuka, tutur Fikar, sangat membantu mengenalkan kesenian dari Aceh kepada banyak orang. “Kalau acara ini digelar di gedung tertutup, pertunjukan ini hanya dapat dinikmati oleh segelintir orang saja,” ujarnya menjelaskan.

     

    Selain pembacaan puisi, acara tersebut juga menyuguhkan kesenian tradisional Aceh, seperti Tari, Didong, dan Dektek. Acara itu juga dimeriahkan oleh penampilan 50 penari dari anjungan Aceh Taman Mini Indonesia Indah.

     

    Fikar menyatakan, tema “Aceh Membaca Jakarta” yang diusung acara tersebut juga punya alasan. Melalui pergelaran itu mereka ingin mengkritisi pelbagai segi kehidupan di Jakarta. Fikar melihat bahwa konsep sentralisasi yang berkembang di negara ini, sebetulnya bermuara di Jakarta. ”Pusatnya ada di Jakarta, seperti kebijakan, pemerintahan, dan orang-orang dari berbagai daerah berkumpul di Jakarta.”

     

     

    HERRY FITRIADI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.