Charlie ST 12 Bikin Lagu Rindu Indonesia untuk Beasiswa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Charlie ST12. TEMPO/Kink Kusuma Rein

    Charlie ST12. TEMPO/Kink Kusuma Rein

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Tiga penyanyi solo dan 11 band yang sedang naik daun menyatakan keprihatinan terhadap kondisi terakhir bangsa Indonesia yang kian terpuruk dengan merilis lagu bertajuk Rindu Indonesia.

    Lagu tersebut dikemas dalam bentuk layanan nada sambung dan dinyanyikan serentak oleh Sherina, Rio Febrian, Gita Gutawa, Ungu, Kangen, ST 12, Kotak, d' Massiv, Vierra, Nidji, Azura, The Changcutters, Geisha, dan Alexa. Kelak, 10 persen dari penjualan suara mereka yang tergabung dalam Indonesia Bersatu itu akan disumbangkan melalui Sampoerna Foundation kepada para pelajar yang terancam putus sekolah di seluruh Indonesia.

    "Kita percaya, pelajar merupakan tulang punggung Indonesia masa depan," terang si pencipta lagu, Charlie ST 12, di Jakarta Pusat, Selasa, (20/4).

    Menurut Charlie, Indonesia hari ini berada di ambang perpecahan, ekonomi tidak terjamin, dan di setiap penjuru hampir selalu terjadi kerusuhan. "Berbeda dengan Indonesia ketika saya kecil dulu, selalu damai dan kesejahteraan terjamin," terang Charlie.

    Charlie berharap lagu tersebut bisa membangkitkan kembali kepedulian pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. "Terlebih lagi soal pendidikan. Kita ingin tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah karena alasan tidak ada biaya," ujar Charlie.

    Di lain pihak, Sampoerna Foundation berjanji akan mendistribusikan beasiswa sebesar 10 persen itu kepada pelajar-pelajar yang betul-betul tidak mampu. "Bersama Departemen Pendidikan, kita akan inventarisir pelajar-pelajar. Lalu kita akan survei keadaan mereka," tambah Direktur Sampoerna Foundation, Vira Soekardiman.

    MUSTHOLIH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.