Karnaval SCTV 2010 Hadirkan 250 musisi di Jawa dan Bali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil satelit SCTV. TEMPO/Wahyu Setiawan

    Mobil satelit SCTV. TEMPO/Wahyu Setiawan

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Jelang pentas musik akbar Karnaval SCTV 2010, sebanyak 250 musisi akan memeriahkan enam kota besar. Tak kurang dari 59 grup band atau duo dan tujuh penyanyi solo secara bergantian akan beraksi di kota Bandung, Bali, Bekasi, Jogja, semarang, dan Malang. "Tema tahun ini yang juga bertepatan dengan ulang tahun SCTV ke 20 tahun, adalah tentang warna-warni Musik Indonesia," ujar Stephanus Halim, Vice Presiden Marketing SCTV, dalam jumpa wartawan, sore ini di Senayan City Jakarta.

    Beberapa wajah yang sudah cukup dikenal di kancah musik Indonesia siap menemui penggemarnya. Deretan band papan atas, seperti Slank, Jamrud, Gigi, Dewa, Ada Band, Ungu, dan Radja, siap menggempur para fanatik di pulau Jawa dan Bali.

    Untuk gelaran pertama, Karnaval akan mampir di kota Bandung pada tanggal 9-11 April 2010. Selanjutnya, Bali (16-18 April) dan Bekasi (23-25 April). Di awal bulan Mei, para artis akan menyambangi kota Jogjakarta, Semarang (7-9 Mei), dan perhelatan akan ditutup di kota Malang, Jawa Timur, tanggal (14-16 Mei).

    Tak sekedar band-band lama, kemunculan band-band baru diyakini SCTV bakal menjadi daya tarik tersendiri. "Karnaval ini juga dimeriahkan oleh band-band lain seperti The Potters, Goliath, Salju, Lyla, SKJ, Heyho, dan D'bagindas," ujar Stephanus.

    Selain Karnaval, SCTV juga menggelar pesta 20 Film Televisi (FTV) spesial yang tayang mulai bulan Juni mendatang. Penggarapannya diawali dengan serial FTV berjudul Kambing Daliman. Acara ini dikemas dengan tema "20 Pesona Wajah Indonesia", dengan menyuguhkan latarbelakang 20 budaya Indonesia yang terangkum dari cerita-cerita FTV tersebut.


    Aguslia Hidayah
     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.