Jadi Korban KDRT Alfath Faathier, Nadia Ingin Minta Maaf ke Ratu Rizky Nabila

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nadia Christina saat menjadi bintang tamu di podcast Denny Sumargo. Foto: Youtube Denny Sumargo.

    Nadia Christina saat menjadi bintang tamu di podcast Denny Sumargo. Foto: Youtube Denny Sumargo.

    TEMPO.CO, Jakarta - Nadia Christina, istri pesepak bola Alfath Faathier ingin bertemu dengan Ratu Rizky Nabila, untuk meminta maaf dan memeluknya. "Mau banget ketemu dia, mau peluk, nangis, minta maaf, jalani hidup, dan berdamai seperti sebelum bertemu dengan Alfath Faathier," kata dia saat menjadi tamu di podcast Denny Sumargo di kanal Youtubenya, Selasa malam, 13 Juli 2021. 

    Ia merasa saat ini tengah menjalani karma usai pernah berkata jahat kepada Ratu, mantan istri Alfath, yang ditinggalkan dalam kondisi hamil dan melahirkan sendirian pada 11 Mei 2021. "Ini adalah karma ketika saya berkata jahat kepada Ratu, padahal saya juga perempuan. Biarlah saya jalani karma ini dengan ikhlas, meski sudah banyak teman-teman mengingatkan saya," tuturnya.  

    Sebelumnya, Nadia Christina dan Alfath kerap  merundung Ratu. Ia mengakui, mengucapkan kalimat yang buruk kepada Ratu Rizky Nabila di media sosial dan lalu disebarkan Alfath. "Iya, saya harus mengakui kesalahan saya, menuduh dia,'Open BO,' dan 'Air susu beracun,' meskipun saya tahu kalimat itu jahat sekali. Tapi masih socmed war waktu itu, saya terpengaruh informasi dari Alfath. Saya kebawa usia dia, bukan usia saya," katanya. 

    Padahal sebelumnya, Ratu juga mengatakan, ia diceraikan Alfath dalam kondisi hamil tua. Selama menikah dalam waktu singkat itu, ia mengaku dipukuli mantan suaminya bahkan saat hamil.

    Nadia Christina mulai bersuara menjadi korban Kekerasan dalam Rumah Tangga atau KDRT yang diterimanya dari Alfath Faathier. Ia mengaku kerap dihajar suaminya, bahkan saat tengah tertular Covid-19. Saat itu, ia dan Alfath, sama-sama tertular Covid tapi mereka masih bepergian. 

    Alfath Faathier resmi menikah dengan Nadia Christina pada Minggu, 6 Juni 2021. (Instagram/@alfathfaathier)

    "Kami lagi di kafe, saya sudah mulai merasa virus mulai menyerang badan saya, susah napas, lalu ngajak dia pulang. Dia enggak terima. Di dalam mobil, saya ditendangin padahal saya yang nyetir," ucapnya.

    Sampai di apartemen, kata dia, kemarahan Alfath kian menjadi-jadi. Di depan banyak orang, ia tetap memukuli dan memaki istrinya hingga membuat Nadia meminta pertolongan. Di dalam apartemen, Nadia mengaku penganiayaan itu terus berlanjut. " Lagi susah napas, dihajarin, dicekik, dipukul, dan diludahin dari jam 2 pagi sampai enam pagi. Dia covid juga," ucapnya.  

    Nadia mengaku saat ini kondisinya sedang tidak baik-baik saja. Ia merasa perlu waktu untuk memulihkan fisik dan psikis dia. Ia pun mengaku memiliki banyak bukti dan saksi yang melihat saat ia dianiaya Alfath.  

    Menurut dia, perkenalan pendek, hanya dua pekan dan langsung menikah pada April lalu, membuatnya tak berpikir panjang dan menimbang perasaan Ratu Rizky Nabila yang saat itu masih menjadi istrinya. "Dia bilang lagi proses (cerai), dan saya hamil," katanya. "Saya juga lelah dengan kesendirian saja selama lima tahun."

    Nadia menuturkan, watak asli Alfath Faathier mulai terlihat setelah dia keguguran. "Aku keguguran setelah lima hari pernikahan karena kecapekan. Sedih banget dia pas tahu aku positif." Ia pun merasa mantap untuk berpisah dengan Alfath Faathier. "Lebih baik melepaskan racun daripada mempertahankan racun itu mengubah kita jadi orang lain," katanya. 

    Nadia Christina dan Alfath Faathier menikah secara resmi pada 6 Juni 2021. Menurut Alfath, ia sepakat berpisah dengan istrinya pada 15 Juni 2021 setelah kejadian yang diakui Nadia membuka mata dan hatinya sebagai korban KDRT. Alfath sendiri tak membuat bantahan saat Nadia mengaku mengalami KDRT. 

    Baca juga: Tak Bantah Tuduhan Lakukan KDRT, Alfath Faathier Akui Sudah Berpisah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.