Joe Taslim dan 88Rising Ikut Serukan Stop Asian Hate

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Joe Taslim (Warner Bros Interactive/Getty Images)

    Joe Taslim (Warner Bros Interactive/Getty Images)

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktor Joe Taslim menyerukan kampanye Stop Asian Hate melalui unggahan di Instagram pada Kamis, 18 Maret 2021. Ia mengunggah sejumlah informasi terkait kampanye untuk menghentikan tindakan rasisme terhadap warga keturunan Asia yang tinggal di Ameriksa Serikat.

    Mulai dari informasi tentang berbagai sumber daya kesehatan mental hingga donasi yang bisa disalurkan untuk dapat membantu para warga Asia yang menjadi korban rasisme. Selain untuk menyuarakan penolakan terhadap tindakan rasisme kepada warga Asia, kampanye ini juga bertujuan supaya orang-orang di luar sana tidak tinggal diam dan ikut bersuara jika melihat tindakan rasise di sekitarnya. Tidak banyak yang dituliskan oleh Joe Taslim, hanya emotikon sedih yang menggambarkan ekspresinya saat itu.

    Label musik 88Rising juga ikut menyerukan informasi sumber daya anti kekerasan Asia melalui Instagram Storynya. Label yang menaungi sejumlah penyanyi asal Indonesia seperti, Rich Brian, Niki Zevanya, dan Stephanie Poetri ini membagikan tautan yang berisikan informasi yang bisa diakses untuk membatu para korban tindakan rasisme dan supaya aksi tak terpuji ini menjadi sorotan dunia.

    Unjuk rasa "Rise Up Against Asian Hate" diadakan untuk memprotes peningkatan kekerasan terhadap Asia-Amerika, New York, 27 Februari 2021.[CNN]

    "Rasisme anti-Asia dan serangan kekerasan terhadap lansia Asia hanya meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Sejak COVID-19 menjadi berita di Amerika Serikat, ujaran kebencian dan kekerasan terhadap komunitas AAPI semakin merajalela. Pada Februari 2021, serangan, terutama terhadap lansia Asia-Amerika, telah meningkat," tulisnya.

    Baca juga: Tiga Pekan di Rumah Saja, Joe Taslim Bersiap Galang Dana

    Stop AAPI Hate (Asian Americans and Pacific Islanders) adalah sebuah organisasi sosial nirlaba yang bertugas mencatat insiden-insiden diskriminasi, kebencian, ketidaksukaan atau ketakutan terhadap orang-orang dari negara lain terhadap Asia Amerika dan orang Kepulauan Pasifik di Amerika Serikat.

    Sama seperti Joe Taslim dan 88Rising, mereka menentang tindakan ini dan ikut berpendapat soal rasisme. "Membenci orang karena ras mereka atau membenci orang lain tanpa alasan secara umum adalah tindakan yang kacau. Apakah sulit untuk menghormati orang lain? Jika Anda bahkan tidak dapat melakukan itu, paling tidak yang dapat Anda lakukan adalah mengurus urusan Anda sendiri," tulis @PhoenixRunin. "Tolong, mereka semua manusia, mereka juga punya perasaan. Jika Anda diperlakukan seperti itu, apa yang Anda rasakan, sakit hati, kecewa, sedih juga akan dirasakan oleh mereka semua. Tolong berhenti membenci mereka semua, berhentilah membenci Asia. Mereka semua manusia," tulis @JBunny1997.

    Kicauan Stop Asian Hate menjadi trending topic Twitter pada Rabu malam, 17 Maret 2021. Tagar #RacismIsNotComedy dan #StopAsianHate banyak dicuitkan para pengguna Twitter. Co

    MARVELA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.