Misi Sandiaga Uno Lewat Podcast Ruang Sandi: Sukses Itu Tidak Instan

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandiaga Uno dan Lyodra Ginting. (Instagram - podcastruangsandi)

    Sandiaga Uno dan Lyodra Ginting. (Instagram - podcastruangsandi)

    TEMPO.CO, JakartaSandiaga Uno punya kesibukan baru di masa pandemi Covid-19 ini. Mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu punya gawean mengisi saluran podcast bernama Ruang Sandi.

    Sejak diluncurkan pada Mei 2020, saluran podcast bernama Ruang Sandi itu telah memiliki lebih dari 20 konten. Bintang tamunya beragam, dari penyanyi Melly Goeslaw, YouTuber Atta Halilintar, hingga komunitas Gojek Peduli Anak Yatim.

    Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan dengan format audio, podcast menyuguhkan fleksibilitas untuk didengar siapa saja yang sedang berkomuter, berolahraga, atau melakukan aktivitas lain. "Podcast menjadi platform yang sangat strategis dan potensial untuk menjangkau teman-teman milenial maupun profesional yang ingin mendapatkan konten berkualitas," kata Sandiaga, 51 tahun, Rabu, 28 Oktober 2020.

    Sandiaga Uno. Instagram/@sandiuno

    Selain menyajikan perbincangan yang menghibur, Sandi melalui siaran podcast-nya juga berbagi informasi tentang cara memulai usaha, membuka lapangan kerja, kiat memiliki motivasi untuk bangkit dari keterpurukan terutama di saat pandemi, hingga filosofi hidup.

    Pengusana ini juga mengupas kisah inspiratif dari tokoh yang menjadi narasumbernya. "Saya ingin menunjukkan bahwa kesuksesan tidak diperoleh secara instan," ucapnya.

    Sandiaga Uno menyiapkan tiga studio podcast, salah satunya di sekitar Tebet, Jakarta Selatan, dengan fasilitas komplet seperti ruang siaran radio. Saluran podcast yang juga disiarkan di YouTube ini telah diikuti lebih dari 200 ribu subscriber dan ditonton lebih dari 7 juta kali. Seperti kanal YouTube-nya, Sandiuno TV, yang telah memiliki lebih dari 500 ribu subscriber, penggemar podcast-nya terus bertambah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.