H-1 Pembacaan Vonis Jerinx, Superman Is Dead Ajak Doa Bersama

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ari Astina alias Jerinx yang telah menjalani sidang secara daring di Polda Bali, Denpasar, Selasa, 22 September 2020. Nora diketahui setia menemani Jerinx menjalani proses hukum terkait kasus dugaan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik yang dilaporkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali. ANTARA/Fikri Yusuf

    Ari Astina alias Jerinx yang telah menjalani sidang secara daring di Polda Bali, Denpasar, Selasa, 22 September 2020. Nora diketahui setia menemani Jerinx menjalani proses hukum terkait kasus dugaan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik yang dilaporkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali. ANTARA/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Grup band Superman Is Dead mengajak masyarakat melakukan doa bersama agar personel mereka, Jerinx dibebaskan dari dakwaan. Doa bersama itu sudah dilakukan semalam, sehari sebelum dibacakan putusan pada hari ini, Kamis, 19 November 2020. 

    Ajakan itu diumumkan di akun Instagram grup band yang terkenal dengan lagu Sunset di Tanah Anarki itu pada Rabu, 18 November 2020. "Di manapun kalian berada, mari kita bersama-sama memanjatkan doa pada hari ini, Rabu, 18 November 2020 pukul 18.00 Wita sesuai dengan agama atau kepercayaan masing-masing di tempat ibadah masing-masing. Memohon pada semesta agar JRX mendapatkan vonis seadil-adilnya," demikian kalimat pada alinea terakhir ajakan Superman Is Dead atau SID. 

    SID mengusung tagar #BebaskanJRXSID, #SayaBersamaJRX, dan #KamiBersamaJRX. Mereka menuntut agar drummer grup itu dibebaskan dari segala dakwaan di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali yang dikenakan pada Jerinx, yakni pasal 28 Ayat 2 Jo, 45A ayat 2 dan atau 27 ayat 3 Jo pasal 45 ayat 3 UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). 

    Terdakwa musisi grup band Superman Is Dead, I Gede Ari Astina alias Jerinx (kanan) mengenakan masker sebelum sidang dengan agenda tuntutan di Pengadilan Negeri Denpasar, Denpasar, Bali, Selasa 3 November 2020. Jerinx yang menjadi terdakwa kasus ujaran kebencian dan pencemaran nama baik atas laporan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali dituntut 3 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum. TEMPO/Johannes P. Christo

    Hari ini, Jerinx SID menghadapi pembacaan putusan hakim. Ia dilaporkan oleh Ikatan Dokter Indonesia atas ucapannya, 'IDI kacung WHO'. Jaksa penuntut umum menuntutnya tiga tahun penjara. 

    SID menilai, Jerinx sudah melalui proses persidangan. "Fakta persidangan, tidak ada yang menginginkan JRX dipenjara demikian pula PB IDI Pusat sebagai organisasi yang dimention JRX dalam postingannya. Para saksipun tidak ada yang memberatkan JRX," tulis akun official SID. 

    Mereka menilai, dengan fakta-fakta itu, sudah seharusnya majelis hakim membebaskan suami Nora Alexandra itu dari segala tuntutan. "Seorang JRX akan lebih berguna bagi masyarakat bila ia di luar penjara!" tulis SID. 

    Unggahan kembali diunggah Nora di Instagram Storynya. Ia juga mengunggah ulang dukungan yang diberikan para penggemar Jerinx dan Superman Is Dead. "Astungkara bebas besok!!! @ncdpapl keep strong!!" tulis @donychristyanto yang mengunggah ajakan doa bersama dari SID itu. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.