Cerita Soal Korea Utara, Ini Alasan Asisten Penulis Crash Landing On You

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Son Ye Jin dan Hyun Bin dalam potongan adegan drama Crash Landing on You yang tayang perdana di tvN pada 14 Desember 2019. Instagram.com

    Son Ye Jin dan Hyun Bin dalam potongan adegan drama Crash Landing on You yang tayang perdana di tvN pada 14 Desember 2019. Instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Asisten penulis "Crash Landing on You", Gwak Moon-wan atau Kwak Moon-wan mengatakan senang dapat memberikan sudut pandang baru tentang masyarakat Korea Utara yang selama ini dianggap sangat tertutup.

    Dalam drama yang dibintangi oleh Hyun Bin dan Son Ye Jin ini sebagian besar menceritakan tentang kehidupan warga Korea Utara dan juga militernya. Tak hanya cara berpakaian, kebiasaan serta cara bergaulnya digambarkan dengan detail berkat bantuan Moon-wan yang merupakan pembelot Korea Utara.

    Moon-wan menyadari jika seluruh dunia menganggap Korea Utara sebagai negara yang tertutup, oleh karenanya dia pun memberikan sudut pandang dan informasi baru perihal warga negara tersebut.

    "Saya sangat setuju kalau negara internasional sampai sekarang masih melihat Korea Utara sangat tertutup, tapi kami mencoba untuk mengubah pikiran orang-orang dengan memperlihatkan ('Crash Landing on You') lingkungan di mana orang-orang saling mencintai dan bagaimana kehidupan mereka," kata Moon-wan dalam program KOCIS (Korean Culture and Information Service) bersama ANTARA, Selasa 17 November 2020.

    Meski demikian, Moon-wan membantah jika dia dan tim "Crash Landing on You" menggunakan drama tersebut untuk mengenalkan budaya Korea Utara.

    "Tujuan kita bukan untuk mengenalkan Korea Utara, karena Korea Utara kan sampai sekarang masih terlihat sangat tertutup. Ini hanya untuk melihat Korea Utara dari sisi yang baru dan dari sudut pandang baru," ujar Moon-wan.

    Saat masih tayang, "Crash Landing on You" sendiri sempat mendapat kritikan tajam dari salah satu partai politik di Korea Selatan karena dianggap seperti memuja Korea Utara. Bagi Moon-wan hal tersebut tidak perlu dibesar-besarkan karena pada dasarnya cerita ini hanyalah sebuah drama.

    "Memang ada satu isu yang digunakan tapi ini malah menjadikan drama ini lebih dicintai lagi. Semua orang memiliki pikiran yang berbeda-beda dan mempunyai pikiran yang berbeda dengan Korea Utara sendiri, tapi ini memang drama yang berbeda dengan yang lain jadi orang-orang bisa mengerti karena ini hanya drama saja," ujar Moon-wan.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.