Irwansyah Vs Medina Zein, Laudya Cynthia Bella: Ingat Adab

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Laudya Cynthia Bella. TEMPO | Rini K

    Laudya Cynthia Bella. TEMPO | Rini K

    TEMPO.CO, Jakarta - Laudya Cynthia Bella akhirnya buka suara terkait konflik yang terjadi antara Irwansyah dan Medina Zein. Lewat Instagram Story, Minggu, 29 Maret 2020, Laudya membeberkan apa yang terjadi di balik perseteruan dua pemilik saham usaha kuliner Bandung Makuta tersebut.

    Laudya mengaku awalnya enggan menanggapi masalah tersebut. Namun, akhirnya dia memutuskan memberikan penjelasan.

    "Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Sahabat-sahabatku yang baik, jujur, saya enggan dan sungkan untuk menanggapi polemik yg terjadi di bandung Makuta," tulis Bella.

    Bella membeberkan alasannya mengapa selama ini memilih bungkam. Pertama, dia menganggap masalah yang terjadi sebenarnya masalah internal dan bukan untuk konsumsi publik. "Dua, negara dan bangsa kita sedang berduka dan berjuang karena wabah Covid-19," tulisnya.

    Namun, karena namanya sepat disebut Medina Zein, Laudya Cynthia Bella memutuskan untuk menyampaikan kebenaran dengan memberikan klarifikasi agar masalah ini menjadi terang benderang.

    "Klarifikasi saya ini adalah klarifikasi di ruang publik yg pertama dan terakhir. Saya berharap publik bisa diberikan ruang untuk berkreasi dan menyambung tali silaturahmi," tulis Bella.

    Ada enam poin yang disampaikan Bella. Pertama, terkait rapat pada 23 Desember 2017 yang dilakukan lewat caht grup di aplikasi Instagram. Menurut dia, di rapat tersebut, seluruh pemegang saham ikut rapat, termasuk Medina Zein dan Irwansyah.Zaskia Sungkar dan Irwansyah. Instagram.com/@zaskiasungkar15

    "Semua yang hadir rapat sudah tahu bahwa kita akan membicarakan mengenai fee management dari Bandung Makuta. Kenapa lewat telegram chat grup? Karena sejak awal semua komunikasi dan informasi mengenai Bandung Makuta memang sudah disepakati lewat media tersebut," tulisnya.

    Kedua,  menurut Bella, baik sebelum maupun sesudah rapat 23 Desember 2017, para pemilik saham mendapat laporan keuangan dan penjualan secara berskala dari Direktur Bandung Makuta, Fitrah, melalui telegram group.

    Di dalam Telegram group, semua pemilik saham ada, termasuk Irwansyah dan Mba Medina. "Saya tidak melihat ada protes atau penolakan dari para pemegang saham atas laporan yg dibuat oleh Direktur melalui telegram chat di group," tulisnya.

    Ketiga, seluruh pemilik saham setuju dengan keputusan rapat soal fee untuk manajemen pada 23 Desember 2017. Bella mengatakan, saat itu Medina Zein juga setuju dengan hasil rapat. 

    Namun, kata Bella, Medina Zein kemudian meninggalkan rapat karena ada masalah perusahaannya. "Setelah meninggalkan rapat, Mba Medina pun masih kirim chat di telegram group dan menyatakan ikut keputusan rapat. Mba Medina tidak mengatakan tidak setuju," kata Bella.

    Keempat, agar simpang siur tuduhan yang diberikan kepada Irwansyah, Hafitz Rizal dan Fitra olid, para pemegang saham sudah mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham pada 19 Desember 2019. Rapat tersebut, menurut Bella, diadakan untuk mengklarifikasi tuduhan tersebut. "Mba Medina juga sudah diundang, namun tidak datang," tutur Bella.

    Bella menjelaskan, Rapat umum Pemegang Saham Bandung Makuta seharusnya dilaksanakan pada 22 November 2019. Namun, Medina Zein mengirim surat keberatan. RUPS akhirnya diundur menjadi 19 Desember 2019. "Namun Mba Medina masih tidak datang," kata Bella.

    Akhirnya seluruh pemilik saham yang hadir, berjumlah 80 persen memutuskan rapat RUPS tetap digelar dan menerima penjelasan-penjelasan keuangan dan penjualan. Seluruh pemilik saham, menurut Bella, masih konsisten dengan keputusan hasil rapat pada 23 Desember 2017.Medina Zein. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    Di poin kelima penjelasannya itu, Bella mengajak semua pihak mengutamakan adab, etika, dan  sopan santun dalam berkomunikasi. "Semoga kita selalu ingat malu kita kepada Allah dan malu kepada manusia. Tidak ada manusia yg sempurna di dunia. Jika dalam hidup kita merasa puas untuk mempermalukan orang lain, maka ada yang salah dalam diri kita," tuturnya.

    Terakhir, dia mengucapkan terima kasih kepada sahabat-sahabatnya karena tidak ikut dalam polemik yang menurutnya tidak bermanfaat ini. "Mari kita fokus dan priorotaskan hidup kita untuk sesuatu yang lebih bermanfaat untuk diri kita dan keluarga dunia dan akhirat," tulis laudya Cynthia Bella.

    Sebelumnya, pada Jumat, 27 Maret 2020, Irwansyah juga buka suara mengenai kasusnya dengan Medina Zein. Medina Zein diketahui telah  yang melaporkan Irwansyah ke polisi karena dugaan kasus penggelapan uang perusahaan sebesar Rp 1,9 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.