Tanggapi Irwansyah, Medina Zein: Usaha Kita PT Bukan Warung

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Medina Zein. instagram.com

    Medina Zein. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Medina Zein menanggapi pernyataan yang dibeberkan rekan bisnisnya, Irwansyah yang menyatakan bahwa seluruh pemegang saham termasuk mereka berdua telah menyetujui hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mengenai  Bandung Makuta yang memberikan fee manajemen kepada PT JCorp untuk membantu beban biaya operasional perusahaan kue itu.

    "Rapat ya harus jelas apalagi rapat membahas terkait uang yang jumlahnya tidak sedikit, bentuk usaha kita kan perseroan terbatas bukan warung, harus ada undangan RUPS. RUPS juga ada RUPS tahunan dan RUPS luar biasa dan hasil yang ditanda tangan basah bersama atau kalau terpisah rapatnya ada usulan sirkuler dan semua itu ada mekanismenya kan. Lah ini gak pernah ada," tulis Medina di Instagram pada Jumat, 27 Maret 2020.

    Medina mengaku tidak pernah menerima hasil rapat tersebut yang dilengkapi dengan tanda tangan basah seluruh pemegang saham. Bahkan istri Lukman Azhari itu menantang Irwansyah untuk menunjukkan hasil rapat tersebut yang sebelumnya diklaim sah dan resmi dimata hukum. Ia juga menegaskan bahwa laporannya tersebut bukan hanya mengenai fee manajemen melainkan dugaan dana yang dialirkan ke rekening Irwansyah.

    "Yang dilaporin di sini bukan hanya diklaim fee manajemen tapi di sini juga ada dugaan aliran dana masuk ke rekening pribadi mas nya yang katanya dia gak sadar itu dan rekening-rekening lainnya yang gak ada hubungannya dengan operasional perusahaan dan gak ada dalam perjanjian pendirian akta (kok gak dibahas ya mas)," tulis Medina.

    Medina Zein dan Lukmanul Hakim Azhari. INSTAGRAM

    Sebelumnya Irwansyah mempertanyakan mengapa setelah 2,5 tahun berjalan, Medina baru mempermasalahkan hal ini dan menduganya telah melakukan penggelapan uang perusahaan sebesar Rp 1,9 miliar. Irwansyah mengatakan bahwa uang tersebut digunakannya untuk membayar gaji pegawai.

    "Saya di sini sebagai komisaris dan pemegang saham (pemodal) ya kita kan perlu waktu ngumpulin bukti-bukti, sementara minta data dan rekening koran aja sulit, minta audit pakai akuntan publik gak pernah mau aneh kan," tulis Medina.

    Ia meminta Irwansyah untuk kooperatif dengan proses hukum yang saat ini sudah dalam tahap penyidikan kepolisian. "Artinya penyidik yakin bahwa benar adanya peristiwa dugaan tindak pidananya dan sedang mencari tersangkanya," tulis Medina.

    Dengan adanya pelaporan yang dia ajukan, hanya ingin memperjelas apa yang terjadi sebenarnya. "Bisnis akhirnya bisnis uang sekecil apapun yang dianggap receh ya pada akhirnya harus dibicarakan dengan cara bisnis," tulis Medina.

    MARVELA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.