Demi Noah, Pelayat Ashraf Sinclair Diminta Tidak Memotret

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ruhut Sitompul di rumah duka Ashraf Sinclair suami dari penyanyi Bunga Citra Lestari (BCL) dikawasan Pejaten, Jakarta, 18 Februari 2020. Tempo/Nurdiansah

    Ruhut Sitompul di rumah duka Ashraf Sinclair suami dari penyanyi Bunga Citra Lestari (BCL) dikawasan Pejaten, Jakarta, 18 Februari 2020. Tempo/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktor yang juga suami Bunga Citra Lestari (BCL), Ashraf Sinclair meninggal karena serangan jantung pada pukul 04.50 WIB hari ini, Selasa, 18 Februari 2020. Ashraf sempat dilarikan ke Rumah Sakit MetropolitanMedicalCentre (MMC) Kuningan, Jakarta Selatan.

    Para kerabat pun silih berganti melayat ke rumah duka yang terletak di di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan. Salah satu pelayat yang datang adalah Adrie Subono, promotor musik Indonesia.

    Adrie pun menceritakan kondisi di dalam rumah duka kepada wartawan. “Kondisi di dalam rumah, keluarga sangat berkabung, anaknya juga," kata Adrie usai melayat, Selasa, 18 Februari 2020.

    Adrie juga menjelaskan, selama berada di dalam, para pelayat diminta untuk tidak memotret demi Noah, putra Ashraf dan BCL. "Supaya anaknya tidak trauma,” ujar Adrie.Pengumuman di rumah duka yang menjelaskan jenazah Ashraf Sinclair akan dimakamkan sore ini di Sandiego Hills, Karawang. TEMPO/Alfi Salima Puteri

    Adrie Subono mengenal Ashraf sebagai sosok yang sangat menyukai kegiatan olahraga, salah satunya olahraga diving. "Orangnya baik dan terakhir ketemu waktu satu bus sama almarhum," kata Adrie.

    Adrie mengaku sempat tidak percaya saat pertama kali mendengar kabar kematian Ashraf Sinclair. Namun, setelah berita kematian Ashraf dengan cepat menyebar, ia pun percaya. "Kabar meninggalnya Ashraf begitu cepat menyebarnya. Semua orang langsung tahu,” tutur Adrie.

    ALFI SALIMA PUTERI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.