Ini Alasan Film Milea: Suara dari Dilan Memakai Citra Komputer

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktris Vanesha Prescilla pemeran Milea berswafoto dengan aktor Farhansaat peluncuran poster film Milea:Suara Dari Dilan di XXI Epicentrum, Jakarta, 09 Desember 2019. Film garapan sutradara Fajar Bustomi tersebut kembali diperankan oleh Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla dan didukung sejumlah aktor Ira Wibowo, Farhan, Adhisty Zahra, Gusti Rayhan, Yuriko Angelina, hingga Zulfa Maharani. TEMPO/Nurdiansah

    Aktris Vanesha Prescilla pemeran Milea berswafoto dengan aktor Farhansaat peluncuran poster film Milea:Suara Dari Dilan di XXI Epicentrum, Jakarta, 09 Desember 2019. Film garapan sutradara Fajar Bustomi tersebut kembali diperankan oleh Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla dan didukung sejumlah aktor Ira Wibowo, Farhan, Adhisty Zahra, Gusti Rayhan, Yuriko Angelina, hingga Zulfa Maharani. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Bandung - Film Milea: Suara dari Dilan akan ditayangkan perdana serentak di bioskop Bandung 13 Februari 2020. Proses penyelesaian filmnya baru saja rampung untuk mastering. “Kami pakai teknologi CGI (Computer-Generated Imagery) untuk Dilan dan Milea,” kata sutradara Fajar Bustomi kepada Tempo di Bandung, Jumat 7 Februari 2020.

    Menurut Fajar ada sedikit perubahan pada sosok Dilan yang diperankan Iqbaal Ramadhan serta Vanesha Prescilla sebagai Milea. Terutama pada bagian wajah. “Dulu agak kurus kemudian jadi agak tebal,” ujarnya.

    Proses pengambilan gambar film Milea: Suara dari Dilan tidak baru. Menurut Fajar stok gambarnya sekalian direkam saat syuting film Dilan 1990 dan 1991. Namun dalam kurun sekitar 1,5 tahun perubahan fisik pemain bintang sulit dihindarkan sehingga perlu bantuan citra komputer.

    Tema film itu masih berkisah tentang Dilan dan kisah cintanya dengan Milea semasa SMA. “Tapi porsinya lebih ke sosok Dilan termasuk siapa keluarganya,” ujar Fajar. Kisahnya langsung dari Dilan, bukan dari penceritaan Milea seperti pada dua film sebelumnya.

    Beranjak dari novel tulisan Pidi Baiq dengan judul serupa filmnya, kisah ketiga ini semacam konfirmasi Dilan terhadap cerita Milea soal dirinya. Menurut Pidi, cerita cinta Dilan dan Milea merupakan kisah nyata. Mereka secara bergantian menuturkan kemudian Pidi menulisnya.

    “Malahan saya kurangi karena tanggung jawab moral, banyak hal-hal yang takut ditiru orang,” kata Pidi kepada Tempo di Bandung, Jumat 7 Februari 2020.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.