Melihat dari Dekat Harimau Benggala Milik Sepupu Raffi Ahmad

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sepupu Raffi Ahmad, Alshad Kautsar Ahmad bersama harimaunya. foto/instagram/alshadahmad

    Sepupu Raffi Ahmad, Alshad Kautsar Ahmad bersama harimaunya. foto/instagram/alshadahmad

    TEMPO.CO, Bandung - Sepupu Raffi Ahmad, Alshad Ahmad diketahui memelihara harimau benggala (Panthera tigris tigris). Ia memberi nama Eshan dan dirawat di kediamannya, Jalan Kiputih, Ciumbuleuit, Kota Bandung.

    Selain harimau benggala, Alshad juga memelihara satwa liar lain, sebagian dilindungi, antara lain burung unta (Struthio camelus) sebanyak empat ekor, burung macao (macao ara) satu ekor, rusa totol tiga ekor, merak biru sepasang, dan bintorung satu ekor.

    Saat Tempo berkunjung ke rumah Alshad Ahmad pada Senin, 6 Januari 2020, beberapa satwa liar itu tampak terlihat di beberapa kandang di sekitaran halaman rumah bergaya Eropa itu. Saat masuk melalui gerbang luar, tampak seekor burung macao berwarna dominan merah bertengger di dalam kandang besi berukuran jumbo.

    Di halaman pinggir rumah yang agak menjorok ke bagian dalam, terdapat sebuah kandang berukuran 16x12 meter. Kandang itu tiada lain merupakan kandang Eshan si harimau benggala jantan. Kandang itu dipagari terali besi dengan ketinggian sekitar 5 meter.

    Di pinggir kiri kandang tampak berdiri ruangan indoor yang dijadikan sebagai tempat tidur harimau itu. "Ini lengkap ada kolamnya juga buat mandi Ehsan, di pinggirnya disediakan kandang buat malamnya juga," katanya.

    Harimau jantan berusia sekitar 2,5 tahun itu tampak sudah tak asing dengan kerumunan orang-orang. Eshan malah mendekat saat disambangi beberapa awak media yang ingin melihat langsung sekaligus mengambil gambar juga video harimau itu.

    Orang tua asuh bayi Harimau Benggala, Lena (kiri) menggendong Asmira dan Alshad Ahmad (kanan) menggendong Eshaan di kebun Binatang Bandung (KKB), Jawa Barat, 31 Agustus 2017. Orang tua asuh binatang langka menjadi salah satu program yang dikenalkan KBB untuk memberikan kesempatan kepada pencinta dalam memelihara satwa selama kurun satu tahun, sekaligus kesadaran dan pembelajaran pentingnya penyelamatan binatang. ANTARA FOTO

    Namun, terlihat jelas kaki kanan depannya pincang. Harimau itupun berjalan tak normal. Menurut Alshad, harimau itu memang mengalami cedera saat usianya masih sekitar 7 bulan. Kala itu Eshan tinggal di Kebon Binatang Bandung. "Sebelum dipindah ke sini sudah pincang," ucapnya.

    Eshan merupakan hasil perkawinan antara harimau betina bernama Chila milik Kebon Binatang Bandung dan harimau jantan bernama Shahrukhan. Eshan masih belum memiliki pasangan dan hanya tinggal sendirian di kandangnya. Alshad berencana memboyong harimau betina bernama Zinora yang masih dititipkan di Kebon Binatang Bandung.

    Zinora merupakan harimau benggala yang sebelumnya dibeli Alshad dari sebuah penangkaran perorangan di Tangerang pada 2017, lalu. Namun akibat tidak lengkap dokumennya dan Alshad belum memiliki izin penangkaran. Walhasil Zinora yang masih sangat kecil terpaksa harus disita BBKSDA Jawa Barat, dan dititipkan di Kebon Binatang Bandung.

    Saat ini status Zinora merupakan harimau benggala dengan kategori F0 atau hasil tangkapan liar. Untuk mendapatkan Zinora, Alshad harus mengurus perizinan ke Dirjen LHK.

    "Saat itu salahnya saya bawa Zinora kesini itu tidak ada dokumen surat jalannya, kemudian disita oleh pak Sustyo dari BBKSDA Jabar saat itu. Walaupun bukan hewan dilindungi tapi tetap kalau tidak ada surat jalan disita juga karena satwa liar dan buas juga kan," ujar dia.

    AMINUDDIN A.S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.