Gara-gara Cinta Itu Buta, Dodit Mulyanto Jadi Pemeran Utama

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konferensi pers film Cinta Itu Buta di Epicentrum XXI Jakarta. TEMPO/Chitra Paramaesti

    Konferensi pers film Cinta Itu Buta di Epicentrum XXI Jakarta. TEMPO/Chitra Paramaesti

    TEMPO.CO, Jakarta - Film drama komedi Cinta Itu Buta akan tayang di bioskop pada 10 Oktober 2019. Film yang dibintangi Shandy Aulia dan Dodit Mulyanto ini begitu menghibur dengan kisah percintaan yang tidak biasa.

    Ini merupakan pertama kalinya Dodit Mulyanto berperan di film drama sebagai pemeran utamanya. "Kita bisa mengambil hikmah dari film ini. Jadi cowok ga perlu ganteng," kata Dodit di Epicentrum XXI, Senin, 7 Oktober 2019.

    Dodit berperan sebagai Nik, seorang pria Jawa yang patah hati, lantaran ditinggal tunangannya dengan pria lain. Untuk mengobati patah hatinya, ia terbang ke Korea dan bertemu dengan Diah, yang diperankan oleh Shandy Aulia.

    Diah sendiri merupakan gadis Indonesia yang bekerja di Korea sebagai pemandu wisata. Kisah cinta Nik dan Diah muncul ketika Diah mendadak terserang kebutaan lantaran stres dan tertekan oleh permasalah percintaannya.

    Kisah Nik dan Diah ternyata sudah ada di Film Kita-Kita, garapan Filipina. Sutradara Rachmania Arunita mengatakan film Cinta Itu Buta mengambil cerita film tersebut dengan pendekatan cerita orang Indonesia.

    Jika di film Kita-Kita mengambil latar di Jepang, Cinta Itu Buta mengambil latar di Korea Selatan. Selain itu, latar belakang budaya pemainnya juga mengikuti karakter orang Indonesia. "Untuk cerita, kami mengambil dari film Kita-Kita," ujar Rachmania.

    Penggarapan film Cinta Itu Buta, 90 persen mengambil latar di Korea Selatan. Selain menyuguhkan gambar yang cantik, film ini juga menggunakan beberapa bahasa, seperti Indonesia, Korea, Inggis, dan Jawa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.