Nikita Mirzani Pamer Wajah Bayi dan Tas Popoknya yang Mewah

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nikira Mirzani memperlihatkan anaknya dan tas pempres yang mahal. Instagram/@nikitamirzanimawardi_17

    Nikira Mirzani memperlihatkan anaknya dan tas pempres yang mahal. Instagram/@nikitamirzanimawardi_17

    TEMPO.CO, Jakarta - Selebritas Nikita Mirzani memperlihatkan foto putra bungsunya, Arkana Mawardi di akun Instagramnya, Jumat, 20 September 2019. Yang menarik, ia tak sekadar memamerkan wajah putranya yang , menggemaskan itu, tapi juga tas untuk menampung popok bayinya yang dibuat oleh pabrikan tas mewah.

    “Arkana dan tas pampersnya,” tulis Nikita pada keterangan foto yang diunggahnya itu. Di foto itu, Arkana tersenyum lebar dan tangannya sedang memainkan tas Christian Dior.

    Kurang dari satu jam sejak foto ini diunggah, sudah mendapatkan 2.300an komentar netizen. Sebagian netizen terfokus terhadap wajah Arkana yang terlihat lucu dan montok.  “Gantengnya kebangetan,” ujar @mararesita. “Arkana ganteng sehat selalu ya, Nak, barakallahu,” kata @riezees mendoakan bayi lima  bulan ini.

    Sebagian lain membicarakan tentang tas mewah si bayi, anak dari pernikahannya dengan Dipo Latief.  “Tas pempersnya aja Dior, ya Allah,” kata @yanilagai sambil menyematkan emotikon tertawa lebar.  Ada yang mencoba bercanda dengan menuliskan komentar sangat lucu. “Di mana, Kak tempat sablon tulisan Christian Dior gitu? Bagus, aku pengen juga,” tulis @dikacelvin. “

    Netizen juga memberikan tanggapan soal kemewahan yang diberikan Nikita untuk bayinya ini. “Nyaii butuh orang buat ganti popok Arkana gak?” kata negtizen @baabablaskshepp. “Jiwa kemiskinan gua menjerit,” tutur @jessyka_carlia. Tas pampersnya aja lebih mahal dari harga motor,” ucap @reskitaotami. “Wkwkwkwk keren banget tas pampersnya,” ujar @its.deseh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.