Tanggapan Yusuf Mansur Soal Kritikan terhadap Film The Santri

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Promo film The Santri. Instagram/@Livizheng

    Promo film The Santri. Instagram/@Livizheng

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendakwah Yusuf Mansur berterimakasih atas masukan terhadap film The Santri, yang dibintangi oleh anaknya, Wirda Mansur. Belakangan, beredar kritik pedas terhadap film tersebut, namun Yusuf menanggapinya dengan kalem. 

    "Begini ya, setahu Wirda dan saya judulnya kan friendship, tidak dimaksudkan pacaran-ship, cuma ambil anglenya dan dibikin trailernya begitu. Ini kan baru trailer, filmnya belum, syutingnya baru Oktober katanya. Jangan lupa, ini masih terlalu minor untuk menilai," ujar dia saat dihubungi Tempo, Selasa, 17 September 2019.

    Yusuf Mansur mengatakan, ia melihat permasalahan dengan kepala dingin dan tidak mengedepankan emosi, apalagi berujar kasar dan mencaci maki di depan umum. Perlakuan itu ia terapkan kepada keluarganya dan jemaat pengajiannya. Ia menerima masukan soal trailer film The Santri, namun bukan memvonis film tersebut apalagi jika dikatakan film sesat.

    Proses pemubuatan film The Santri, kata Yusuf, akan dilakukan bulan depan, sehingga masih ada kesempatan untuk dilakukan perbaikan, bila tidak sesuai. "Namanya film, kalau ga disuka bisa dipotong, adegan rasa percintaan bisa dipotong, artinya ada proses screening akhir sebelum dibungkus, saya kira teman Nahdlatul Ulama akan bijak," kata dia.

    Menurut Yusuf ini merupakan kesempatan agar saling memberikan masukan dan pandangan untuk keberhasilan film The Santri. Kontrol sosial itu baik, kata dia, tapi jangan berlebihan hingga membuat anak muda enggan untuk berkreasi.

    The Santri merupakan film garapan Livi dan menggandeng Gus Azmi, Veve Zulfikar, Wirda Mansur, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak. Livi mengatakan, film tersebut akan mulai syutingnya pada bulan ini dan akan tayang pada April 2020.

    Sebelumnya, pendakwah Maaher Atthuwailibi mengkritisi beberapa adegan dalam film tersebut, yang menurutnya tidak mencerminkan kehidupan di pesantren. "Sebuah film mengandung adegan saling tatap lelaki dan perempuan bukan mahrom," tulis dia.

    Unggahan Maaher tersebut juga menautkan foto Wirda Mansur, anak dari Ustad Yusuf Masur yang juga berperan dalam film tersebut. Unggahan tersebut juga kembali diunggah oleh Yusuf Mansur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.