Imbauan Nobar Ayu Anak Titipan Surga, Ini Kata Produsernya

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelajar SDN di Kota Depok padati bioskop CGV D'Mall, Kamis 22 Agustus 2019. Mereka mengikuti imbauan Kementerian Pendidikan untuk menonton dan mendiskusikan film Ayu Anak Titipan Surga. TEMPO/ADE RIDWAN

    Pelajar SDN di Kota Depok padati bioskop CGV D'Mall, Kamis 22 Agustus 2019. Mereka mengikuti imbauan Kementerian Pendidikan untuk menonton dan mendiskusikan film Ayu Anak Titipan Surga. TEMPO/ADE RIDWAN

    TEMPO.CO, Depok - Produser Film Ayu Anak Titipan Surga, Bagus Haryanto angkat bicara tentang kegiatan nonton bareng film tersebut di bioskop seluruh Indonesia oleh pelajar tingkat SD hingga Menengah Pertama. Ia merasa perlu menanggapi atas munculnya banyak pertanyaan mengapa anak sekolah dianjurkan menonton film ini.

    “Ini bukan kegiatan rekreatif, dalam perpres, ini termasuk kegiatan yang sifatnya pengayaan, pendalaman dari beberapa bidang studi yang terkait,” kata Bagus di Depok, Sabtu 24 Agustus 2019.

    Menurut Bagus, film yang dirilis pada 2017 itu disesuaikan dengan Peraturan Presiden No 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Sehingga, anjuran menonton film tersebut, dianggap sebagai salah satu metode pembelajaran bagi pelajar.

    Sebelumnya, ribuan siswa SMPN 3 dan ratusan siswa SDN Gandul 02 Kota Depok terpantau sedang melakukan nonton bareng film Ayu Anak Titipan Surga di bioskop CGV D'Mall, Kamis 22 Agsutus 2019 sekitar pukul 09.00. Film yang disutradarai Guntoro Sulung ini diperankan oleh Luthfiyah Putri, Zilla Zuliza dan Shekina.  

    Bagus mengatakan, film itu dibuat dalam rangka pemenuhan kegiatan kurikuler siswa sesuai dengan Pasal 8 Perpres No. 87 tahun 2017. “Sehingga dalam konteks menonton film ini sah hukumnya, dengan melibatkan kerja sama dunia usaha, lihat di pasal 8 ada itu disebut. Ini yang bicara perpres,” ujarnya.

    Ia menegaskan, capaian yang hendak diraih dalam pembelajaran film itu adalah harmonisasi olah hati, olah rasa, dan olah pikir. “Tujuannya tahun 2045 kita mencanangkan puncak kejayaan Indonesia yang disebut dengan Indonesia emas. Pelaku pembangunannya adalah anak anak SD dan SMP saat ini,” kata Bagus.

    Menurut produser film ini, ada indikator pencapaian yang hendak diraih dengan kegiatan nonton bareng ini. “Kalau dilaksanakan di bioskop kan anak anak bisa fokus, berbeda dengan di ruang kelas, kaitan dengan suasana,” katanya,

    Kegiatan nonton bareng ini tidak hanya dilakukan oleh siswa, tapi guru dan orang tua mereka pun terlihat dalam acara itu. Wakil Kepala Sekolah SMPN 3 Depok, Entin Meitinawati menjelaskan, mereka menonton film itu lantaran ada imbauan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

    ADE RIDWAN YANDWIPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.