Arian Seringai Dukung Gugatan Polusi Udara Jakarta ke Pemerintah

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menggunakan masker saat berjalan di Pedestrian Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa, 2 Juli 2019. Jakarta masuk dalam 4 kota dengan pencemaran udara terburuk di dunia setelah Dubai, New Delhi, dan Santiago. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Warga menggunakan masker saat berjalan di Pedestrian Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa, 2 Juli 2019. Jakarta masuk dalam 4 kota dengan pencemaran udara terburuk di dunia setelah Dubai, New Delhi, dan Santiago. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Vokalis band Seringai, Arian Arifin mendukung gugatan kepada Pemerintah karena tingginya polusi udara Jakarta. Menurut dia, masyarakat berhak hidup di lingkungan yang bersih dan sehat.

    Arian mengakui kini sulit melihat langit Jakarta yang biru dan udara segar di pagi hari karena berselimut polusi. "Sekarang kalau melihat langit, warnanya abu-abu kayak mendung. Padahal itu polusi udara," ujar Arian di Jakarta, Rabu 31 Juli 2019.

    Meningkatnya polusi udara Jakarta, menurut Arian, juga berimbas pada kondisi kesehatannya. Saat ini, dia kerap merasakan sesak di dada. Terlebih, Arian memang mengidap penyakit asma. "Kalau akhir pekan gue ke luar kota supaya lebih segar," ucapnya.

    Kualitas udara Jakarta menjadi yang terburuk atau tidak sehat se-dunia pada Senin pagi, 29 Juli 2019. Berdasarkan data Air Visual, situs penyedia data kualitas udara, indeks kualitas udara Jakarta ada di angka 188 yang berarti tidak sehat. Sebelumnya, AirVisual pada 26 Juni lalu mencatat indeks kualitas Jakarta di angka 206 yang artinya sangat tidak sehat.

    Idealis, bagi Arian, bukan berarti politis. Isi lirik lagu Seringai juga tidak selalu penuh kritik. "Capek juga mengkritik, tetapi tidak berubah," ujar Arian. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Gerakan Inisiatif Bersihkan Udara Koalisi Semesta atau Ibu Kota mendaftarkan gugatan warga negara atau citizen law suit melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Mereka menuntut hak warga negara untuk mendapatkan udara bersih kepada pemerintah.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui udara telah tercemar. Menurut dia, Dinas Lingkungan Hidup DKI memiliki riset penyebab polusi tersebut. Data ini bakal diumumkan bersamaan dengan cara pemerintah DKI membuat udara Ibu Kota menjadi lebih bersih.

    Menurut Anies, buruknya kondisi udara di Jakarta diakibatkan aktivitas kendaraan berat yang menumpuk di jalan tol lingkar luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (tol JORR). Dia mencurigai kepadatan kendaraan di tol JORR berkontribusi terhadap pencemaran udara.

    Anies mengatakan sedang menyusun langkah-langkah untuk mengatasi polusi udara Jakarta. Anies masih merahasiakan rencana tersebut karena pembahasannya belum rampung. "Nanti saya umumkan sesudah lengkap," kata Anies.

    CHITRA PARAMAESTI | LANI DIANA | YUSUF MANURUNG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.