Sutradara Thor Ragnarok Garap Film Komedi, Sindir Hitler

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Taika Waititi, Scarlett Johansson, dan Roman Griffin Davis dalam Jojo Rabbit (2019)

    Taika Waititi, Scarlett Johansson, dan Roman Griffin Davis dalam Jojo Rabbit (2019)

    TEMPO.CO, Jakarta - Fox baru saja merilis trailer film Jojo Rabbit yang sebagian besar ceritanya berisi sindiran terhadap pemimpin Jerman masa lalu Adolf Hitler. Film ini disutradarai Taika Waititi yang juga penulis dan pengarah film Thor Ragnarok dan ia juga dikabarkan segang menggarap Thor 4.

    Trailer memang tidak mengungkap banyak hal, tapi terungkap bahwa film ini dibintangi Sam Rockwell, Scarlett Johansson, kemudian Wilson, Salfie Allen, Stephen Merchant, Thomasin McKenzie, dan Waititi sendiri serta sang pendatang baru Roman Griffin Davis, menurut Vox dalam laporannya, dikutip Kamis.

    Jojo Rabbit menceritakan tentang kamp Pemuda Hiltler (Hitler Youth). Davis berperan sebagai Jojo, yang ditertawakan oleh rekan-rekannya karena seperti kelinci yang ketakutan.

    Film ini mengadopsi skenario dari buku terlaris tahun 2008 Caging Skies karya Christine Leunens. Novel ini, sebuah komedi kelam, menceritakan kisah Johannes, seorang anggota muda dan antusias Hitler Youth yang menemukan bahwa orangtuanya menyimpan rahasia besar.

    Waititi yang dianggap sebagai sutradara visioner, telah membangun kariernya melalui film-film seperti Eagle vs. Shark (2007), Boy (2010), What We Do in the Shadows (2010), dan Hunt of the WIlderpeople (2016). Kemudian menggarap serial HBO Fight of the Conchords, bahkan karyanya yang laris Thor: Ragnarok pada 2017.

    Jojo Rabbit akan membuat debut dunianya di Toronto International Film Festival pada bulan September dan akan tiba di bioskop pada tanggal 18 Oktober, menunjukkan bahwa film tersebut kemungkinan akan bersaing untuk mendapatkan Oscar juga.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.