Danilla Riyadi, Jason Ranti Komentari Rencana Pemindahan Ibu Kota

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampilan musisi Danilla Riyadi (kanan) dan Jason Ranti (kiri) yang berkolaborasi dengan Iwan Fals (tengah) dalam konser Tiba-Tiba Suddenly Sobat Missqueen and Missking: Danilla & Jason Ranti di Kuningan City Hall, Jakarta, Selasa, 25 Juni 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Penampilan musisi Danilla Riyadi (kanan) dan Jason Ranti (kiri) yang berkolaborasi dengan Iwan Fals (tengah) dalam konser Tiba-Tiba Suddenly Sobat Missqueen and Missking: Danilla & Jason Ranti di Kuningan City Hall, Jakarta, Selasa, 25 Juni 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Tahun ini, wacana ibu kota negara akan dipindahkan kembali muncul. Pemerintah serius menggodok persiapan pemindahan ibu kota dari Jakarta menuju Pulau Kalimantan. Wacana tersebut lantas menimbulkan pertanyaan, seberapa besar pengaruhnya untuk aktivitas di industri musik tanah air kedepan? Bicara hal tersebut, musikus Jason Ranti mengatakan pemindahan ibu kota negara semestinya tak akan berpengaruh besar pada aktivitas di industri musik.

    "Peredaran musik akibat masalah geografis itu enggak ada, karena sekarang musik sudah terdistribusi secara digital," ujar pemilik album "Akibat Pegaulan Blues" kepada ANTARA belum lama ini.

    Jason juga beranggapan, distribusi penjualan album fisik pun kini lebih dimudahkan dengan layanan pesan antar, sehingga perpindahan ibu kota negara sesungguhnya tak berpengaruh pada musik.

    Perpindahan ibu kota negara menurut Jason, juga tidak banyak berimbas pada tren maupun aliran musik, yang terbentuk utamanya di Jakarta dan di kota besar lainnya.

    Meski begitu, Jason menyebut, konsep sentralisasi pemerintahan Indonesia terdahulu berdampak besar ke industri musik tanah air, menjadikan Jakarta sebagai sebuah patokan kesuksesan karya musik musisi untuk melebarkan sayapnya ke berbagai daerah.

    Namun ia optimis, perpindahan ibu kota negara di zaman industri musik yang serba digital tidak mempengaruhi cara orang menilai kualitas sebuah musik dan maupun menjadi patokan kesuksesan bagi musisi.

    "Yang pindah kan pusat pemerintahannya, kalau keseniannya tetep saja kan dari orang-orangnya, nongkrongnya juga bakal di tempat yang sama, enggak ngikut kali yah," ujar Jason.

    Dalam kesempatan yang sama, solois Danilla Riyadi beranggapan, nilai karya musik dari seorang musisi tidak melulu berpatokan dari lokasi mana karya musik tersebut diluncurkan. "Semua itu dari seberapa serius kita dengan karya itu sendiri. Kalau memang bermusiknya bagus, ya sudah, tinggal proses seleksi alam," ujar Danilla.

    Pelantun single "Berdistraksi" itu menyebut karya musik kini mudah didistribusikan lewat digital album. Hal tersebut juga dinilai memudahkan bagi musisi yang berjalan di jalur independen.

    Kemudian dari sisi karya, Danilla menilai sebuah karya yang isinya erat dengan pendengarnya di manapun mereka, akan menjadi karya yang populer dan dinikmati dengan sendirinya.

    "Mau kotanya dimana, distribusinya bagaimana, kalau musiknya bagus, banyak yang relate, dia akan naik sendiri," ujar Danilla Riyadi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.