Lucinta Luna Bintangi Film Bridezilla, Banyak Beradegan Konyol

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lucinta Luna bersama kekasihnya Abash saat mempromosikan film

    Lucinta Luna bersama kekasihnya Abash saat mempromosikan film "Bridezilla" di kantor Tempo, Jakarta, 19 Juli 2019. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertama kalinya, Lucinta Luna membintangi sebuah film komedi romantis berjudul Bridezilla. Dalam film tersebut ia berperan sebagai Lucinta, calon pengantin yang menggunakan jasa wedding organizer (WO) milik Dara (Jessica Mila).

    Saat melakukan kunjungan ke kantor Tempo 19 Juli 2019, Lucinta Luna bercerita dirinya sempat tidak yakin saat mendapat tawaran untuk bermain film ini. “Waktu dapet tawaran emang peran aku kocak, tantangan banget karena ini film di mana aku beradu acting sama seniman semua,” ujar Lucinta Luna.

    “Pas dapet tawaran sempet  agak nervous, bisa nggak ya aku acting kayak gini, akhirnya pas mulai shooting banyak latihan sama temen – temen akhirnya lancar,” lanjutnya.

    Dalam film Bridezilla, Lucinta memerankan karakter calon pengantin yang perfeksionis dan temperamen. Selain itu, karakter Lucinta dalam film ini mengemban porsi komedi yang cukup banyak. Terlihat dari trailer Bridezilla, ada adegan Lucinta jatuh saat sedang berjalan di altar bersama pasangannya yang diperankan Adriano Qalbi.

    “Banyak sih ya adegan–adegan aku, yang pasti adegannya memalukan, enggak ada adegan yang bagus–bagus pasti memalukan semua,” ujar Lucinta.

    Sebagai artis yang sering menjadi bahan perbincangan di sosial media, Lucinta merasa kesempatan ini menjadi momen yang tepat untuk menunjukkan kebolehannya di bidang seni peran. “Ini mewakili mulut semua netizen yang katanya aku tuh enggak punya prestasi, sekarang aku bisa ngebuktiin aku bisa akting sama senior–senior pula,” ujar Lucinta Luna.

    AULIA ZITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.