Arswendo Atmowiloto Pernah Sebut Pria Ini Gila di Depan Moeldoko

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arswendo Atmowiloto lahir di Solo, Jawa Tengah, pada 26 November 1948. Semasa hidup ia dikenal sebagai sastrawan dan wartawan di berbagai majalah dan koran. Dok. TEMPO/Dwianto Wibowo

    Arswendo Atmowiloto lahir di Solo, Jawa Tengah, pada 26 November 1948. Semasa hidup ia dikenal sebagai sastrawan dan wartawan di berbagai majalah dan koran. Dok. TEMPO/Dwianto Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Apa jadinya jika seseorang disebut gila di depan pejabat negara? Tapi FX Rudy Gunawan justru bangga saat Arswendo Atmowiloto meneriaki dia gila di hadapan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid, dan aktor Roy Marten.

    Dalam sebuah tulisan yang isinya mengenang almarhum Arswendo Atmowiloto, sastrawan FX Rudy Gunawan menceritakan lagi momentum yang paling berkesan baginya tentang Arsewndo. Pada sekitar pertengahan 2017, dia bertemu dengan Arswendo di sebuah acara yang digelar para seniman Bulungan di Warung Apresiasi.

    "Hadir dalam acara itu selain Mas Wendo ada Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, Roy Marten dan Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid," tulis FX Rudy Gunawan. Sebelum acara dimulai, Rudy sempat ngobrol dengan Arswendo. Percakapan kemudian terhenti karena acara dimulai.

    Ketika Arswendo Atmowiloto menjadi pembicara, Rudy terkejut karena Arswendo menceritakan tentang majalah Diffa, media yang membahas isu penyandang disabilitas yang dia buat namun sudah tak terbit lagi. "Namanya Rudy Gunawan. Rudy, mana Rudy? Ayo berdiri!" tulis Rudy menirukan panggilan dari Arswendo di acara tersebut.

    (kiri ke kanan): Penulis Guntur Cahyo Utomo, penulis FX Rudy Gunawan, Menparekraf Mari Elka Pangestu, pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri dan kiper timnas U-19 Ravi Murdianto saat peluncuran buku biografi Indra Sjafri berjudul Menolak Menyerah di UNY Hotel, Yogyakarta (2/2/2014). TEMPO/Suryo Wibowo.

    Rudy Gunawan mengaku terkejut karena namanya disebutkan oleh salah seorang pembicara dan teman-temannya memanggilnya dengan keras. "Spontan, canggung, dan salah tingkah saya kemudian maju dan berdiri di dekat panggung. Saya mengangguk pada para narasumber," tulis Rudy Gunawan.

    Moeldoko yang didampingi Deputi Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Eko Sulistyo langsung menatap Rudy Gunawanya. "Saya melihat dan mendengar Eko memberi tahu Moeldoko kalau saya adalah tenaga ahli di Kantor Staf Kepresidenan," tulis Rudy. Saat itu, Moeldoko tersenyum dan membalas anggukan hormat darinya.

    Arswendo Atmowiloto melanjutkan ucapannya tentang Rudy Gunawan kepada hadirin. "Ya, itu dia orang gilanya yang mau susah payah mengurus disabilitas," kata Rudy menuliskan ucapan Arswendo. "Saya sungguh tak mengira, tersanjung dan merasa sangat terhormat mendapat julukan 'orang gila' dari Mas Wendo. Saya benar-benar mau menangis rasanya."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.