Ada Peran Cocok Buat Jokowi di Bumi Manusia, Tinggal Tambah Kumis

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo usai membuka Pameran Karya Kreatif Indonesia di Jakarta Convention Center, Jumat, 12 Juli 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Presiden Joko Widodo usai membuka Pameran Karya Kreatif Indonesia di Jakarta Convention Center, Jumat, 12 Juli 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Sutradara Hanung Bramantyo menyebut kalau sosok Presiden Joko Widodo atau Jokowi cocok dengan salah satu karakter dalam novel Bumi Manusia yang baru saja ia filmkan.

     Menurut Hanung Jokowi sendiri dapat dikatakan salah satu penggemar karya-karya Pramoedya Ananta Toer. Bahkan dalam akun sosmed facebook resmi miliknya, Presiden ke-7 Indonesia ini pernah mengutip kata-kata Pram. “Dalam hidup kita, cuma satu yang kita punya, yaitu keberanian. Kalau tidak punya itu, lantas apa harga hidup kita ini,” ucap Hanung berdasarkan keterangan media yang diterima Tempo. Ahad, 14 Juli 2019.

    Hanung Bramantyo, mengaku karakter tokoh Darsam sangat cocok dengan Jokowi. “ Kalau boleh membayangkan Pak Jokowi jadi Darsam itu cocok. Hati-hati ya Pak Jokowi itu kelihatanya lemah tapi Beliau itu cukup kuat, keras pendiriannya, kalau sudah A ya A. Makanya cocok jadi Darsam yang bisa begitu. Tinggal nambahi kumis,” ungkapnya.

    Film Bumi Manusia merupakan adaptasi dari buku teralogi Pulau Buru, karangan Sastrawan Pramoedya Ananta Toer. Film tersebut akan hadir di seluruh jaringan bioskop di Indonesia pada 15 Agustus 2019.

    Baca: Dituntut Naik 5 Kilogram, Intip Latihan Fisik Iqbaal Ramadhan

    Hanung Bramantyo mengatakan telah memvisualisasikan 80 persen dari seluruh cerita di buku Bumi Manusia. "Durasi filmnya sekitar 3 jam. Pengambilan gambar salama 50 hari, tapi post produksinya yang agak lama, sekitar 1 tahun," ujar Hanung Bramantyo dalam peluncuran poster film Bumi manusia di Epicentrum XXI, Jakarta, Rabu, 19 Juni 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.