Putra Arifin Ilham: Hikmah Nikah Muda, Abi Rasakan Punya Cucu

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putra sulung Arifin Ilham, Alvin Faiz memakai jubah peninggalan ayahnya. Instagram

    Putra sulung Arifin Ilham, Alvin Faiz memakai jubah peninggalan ayahnya. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Muhammad Alvin Faiz, putra sulung ustad Arifin Ilham mulai memahami alasan ayahnya menikahkannya pada 2019 saat usianya baru 17 tahun. Meski ia mengaku gelagapan didesak ayahnya untuk segera menikah, pada unggahan terbarunya, ia mengaku mulai paham bahwa ayahnya ingin menimang cucu sebelum wafat.

    “Salah satu hikmah Alvin menikah di usia 17 tahun. Abi sudah merasakan bagaimana rasanya punya cucu @yusufalvinramadhan,” tulis Alvin pada unggahan video, Sabtu, 26 Mei 2019.

    Unggahan video itu juga diulanginya di Instagram storiesnya

    Baca juga: Anak Arifin Ilham Gelapan Saat Diminta Nikah di Usia 17 Tahun

    Sebenarnya, unggahan video ini sudah pernah diunggah langsung oleh Arifin Ilham di akun Instagramnya @kh_m_arifin_ilham pada 23 September 2017. Dalam unggahan itu, Arifin Ilham membacakan sholawat Nabi sambil menimang cucunya dengan bangga.

    Arifin Ilham pun melengkapi unggahannya dengan penjelasan, “Alhamdulillah Buya bersama cucunya yang sudah berumur hampir empat bulan. Cucu Buya, Muhammad Yusuf Ramadhon lahir dari campuran darah Banjar, Aceh, dan Cina. Cucu Buya pertama ini anak dari nanda Alvin dan Larissa Chou, semoga Allah jadikan kelak ulama pewaris para Nabi, ulama yang istiqomah yang terkenal di langit dan di bumi, aamiiin.”

    Sebelumnya, Alvin mengatakan ustad Arifin Ilham meminta dia menikah secara mendadak dan mengumumkannya di hadapan banyak orang. “Alvin diminta menikah di usia 17 tahun. Itu momen yang enggak pernah Alvin lupakan. Abi mengumumkannya saat zikir akbar, “ ucap Alvin mengenang peristiwa tiga tahun lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.