Kaesang Pangarep Ungkap Kesedihan Dipanggil Nama Gibran

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kaesang Pangarep. (IG/TABLOIDBINTANG.COM)

    Kaesang Pangarep. (IG/TABLOIDBINTANG.COM)

    TEMPO.CO, JakartaKaesang  Pangarep, merupakan putra Presiden Jokowi paling terkenal dan dekat dengan netizen Indonesia. Gayanya yang tengil dan celetukan jahilnya kerap ditunggu pengguna Twitter Indonesia. Mereka kerap menunggu umpan dari Kaesang untuk dibalas ledekan yang kejam kepada paman Jan Ethes itu.

    Siapa sangka, meski netizen paling akrab dengan paman Jan Ethes ini, ia ternyata kurang terkenal dibandingkan dua kakaknya, Gibran Rakabuming dan Kahiyang Ayu. Hal ini dicetuskannya di akun Twitternya, @kaesangp.

    Simak: Balasan Mematikan Gibran Rakabuming kepada Kaesang Pangarep

    “Sedih itu ketika ada yang deketin dan ngomong, ‘Mas Gibran, saya minta foto.’ Saya hanya bisa tersenyum,” cuitan Kaesang pada Kamis, 25 April 2019. Cuitan ini segera disambut gegap gempita netizen. Lebih dari 2.600 pengguna Twitter mencuit kembali  cuitan itu dan disukai 9.500an netizen.

    “Sedih itu ketika ditanya, kok sekarang bapak presiden sering sama Jan Ethes ketimbang sama Mas Kaesang,” kata @PeterPascaRilo. “Sedih itu ketika ada yang deketin dan ngomong ke kamu, ‘Jan Ethes, saya minta foto.’ Saya hanya bisa tertawa,” balas @himmatululya355.  

    Simak juga: Kaesang Pangarep Dompleng PSSI Promosi Naget Pisang

    Ada netizen yang membalas dengan kejam. “Untung bukan dikira mbak Kahiyang,” ucap @mirainoyoake. Cuitan ini dibalas oleh Kaesang. “Sudah pernah dipanggil Mas Kahiyang juga.”

    Balasan Kaesang Pangarep itu disukai 1.700an netizen yang makin dijadikan bahan meledeknya kembali.  “Untung gak dipanggil Tuhan mas L,” kata Mayaa. “Yang penting belum dipanggil sama yang kuasa saja mas,” ujar Nana.     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.