Karya Seniman di Art Basel Hong Kong Sudah Mulai Terjual

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Art Basel Hong Kong 2019 di Hong Kong Convention and Exhibition Centre berlangsung mulai Jumat sampai Minggu, 29 - 31 Maret 2019. TEMPO | Dian Yuliastuti

    Art Basel Hong Kong 2019 di Hong Kong Convention and Exhibition Centre berlangsung mulai Jumat sampai Minggu, 29 - 31 Maret 2019. TEMPO | Dian Yuliastuti

    TEMPO.CO, Hong Kong - Art Basel Hong Kong 2019 yang berlangsung di Hong Kong Convention and Exhibition Centre baru dibuka untuk publik pada Jumat sampai Minggu, 29 - 31 Maret 2019. Belum juga resmi dibuka, sedikitnya 20 karya seni dari ratusan galeri telah menorehkan catatan penjualan yang signifikan.

    Sejumlah galeri yang mengikuti Art Basel memang membuka penjualan, meski ada pula yang murni memamerkan karya seninya. Dari siaran pers yang diterima Tempo, sejumlah galeri telah menjual karya seniman mereka pada hari pertama yang diperuntukkan bagi kolektor dan undangan pada Rabu, 27 Maret 2019.

    Karya seni di Art Basel dijual dengan nilai dolar Amerika Serikat dan Euro. Harga karya para seniman yang terjual mulai USD 1.200 sampai 2,85 juta (sekitar Rp 17 juta sampai Rp 40,5 miliar). Ada pula yang mencapai 1,6 juta Euro (sekitar Rp 25,5 miliar).

    Karya Andi Warhol yang menggunakan medium tinta dan akrilik pada kanvas berjudul Campbell’s Elvis (1962), terjual seharga USD 2,85 juta. Kebanyakan karya terjual untuk koleksi pribadi.

    Art Basel Hong Kong 2019 di Hong Kong Convention and Exhibition Centre berlangsung mulai Jumat sampai Minggu, 29 - 31 Maret 2019. TEMPO | Dian Yuliastuti

    Sebanyak 242 galeri dari 35 negara, termasuk Indonesia mengikuti bursa seni terbesar di Asia ini. Galeri yang mengikuti Art Basel Hong Kong telah diseleksi sehingga memiliki karya seni yang bernilai tinggi. Pada tahun ini, terdapat 21 galeri baru yang cukup diperhitungkan di Amerika Serikat dan Eropa, yang pertama kali berpartisipasi.

    Acara Art Basel global dan Hong Kong didukung oleh UBS. UBS Wealth Management Asia Pasific and Contry Head and Chief Executive of UBS Hong Kong, Ami Lo mengatakan UBS telah mendukung terselenggaranya Art Basel selama sekitar 50 tahun. "Art Basel di Hong Kong mengkonsolidasikan status Hong Kong sebagai pusat seni internasional," kata Ami Lo.

    Baca juga: 242 Galeri Ramaikan Art Basel Hong Kong 2019


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?