Ucie Sucita Hibur Korban Tsunami Banten, Ingin ke Sana Lagi

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ucie Sucita turut berduka atas bencana tsunami yang melanda pesisir pantai Selat Sunda. (Instagram)

    Ucie Sucita turut berduka atas bencana tsunami yang melanda pesisir pantai Selat Sunda. (Instagram)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pedangdut Ucie Sucita turut berduka atas bencana tsunami yang melanda pesisir pantai Selat Sunda. Tak hanya mengirim doa, Ucie juga tergerak untuk mendatangi para korban tsunami Banten tersebut. Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, @ucie_sucita, Ucie memperlihatkan momen saat dirinya mengunjungi salah satu pengungsian di kawasan Pandeglang, Banten.

    “Turut berduka sedalam-dalamnya atas musibah tsunami yang melanda Banten dan Lampung, Sabtu 22 Desember 2018 kemarin. Semoga para korban yang masih hilang segera ditemukan, korban selamat dan keluarga korban diberikan kekuatan dan ketabahan. Mereka kehilangan harta benda, trauma, tapi mereka harus bangkit dan punya semangat untuk membangun kampungnya yg porak poranda akibat air tsunami. Senang sekaligus sedih melihat langsung kondisi para pengungsi, ada keceriaan meski hidup di tenda-tenda pengungsian,” tulis Ucie sebagai keterangan foto.

    Selain menghibur dan memberi dorongan semangat, Ucie Sucita juga membawa makanan siap saji dan beberapa keperluan masyakarat di pengungsian. “Ada susu, selimut, dan lainnya juga. Rencananya aku mau ke sana lagi memberikan bantuan sekalian menghibur mereka,” ujar Ucie semangat.

    Baca: Tsunami Banten, Mantan Vokalis Seventeen Ikut Kehilangan 

    Ucie Sucita senang bisa melakukan sesuatu untuk korban bencana. Ucie berharap bisa datang lagi dan membawa lebih banyak bantuan untuk korban tsunami Banten di lain kesempatan. "Mereka senang banget, sambutannya bagus karena mereka masih kenal aku yang pernah main sinetron. Semoga bisa kesana lagi buat menghibur mereka kembali, termasuk ke daerah lain," tutur Ucie Sucita.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.