Kisah Band Seventeen Sebelum Tragedi Tsunami Banten Difilmkan

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konferensi pers perilisan teaser dan poster film 'Kemarin' yang berkisah tentang kehidupan band Seventeen. Tempo/Marvela

    Konferensi pers perilisan teaser dan poster film 'Kemarin' yang berkisah tentang kehidupan band Seventeen. Tempo/Marvela

    TEMPO.CO, Jakarta - Perjalanan band Seventeen yang menjadi korban tragedi tsunami Desember tahun lalu difilmkan. Mahakarya Picture dan Mahaka Integra Radio resmi mengumumkan teaser dan poster film 'Kemarin' pada 29 Oktober 2019. Film doku drama ini bercerita mengenai perjalanan Seventeen sebelum tragedi tsunami di Tanjung Lesung yang merenggut enam nyawa personel dan kru band itu.

    Hal ini diputuskan setelah ditemukannya rekaman video di kamera Andi, drummer Seventeen 1 bulan setelah kejadian. Rekaman tersebut merupakan kenangan terakhir Seventeen di Tanjung Lesung. "Pas tanggal 22 Januari kita mendapatkan kamera yang selama ini kita cari, itu kamera alm. Andi drummernya Seventeen yang memang suka bikin vlog," kata Dendi Reynando selaku CEO Mahakarya yang juga menjadi bagian dari Seventeen.

    Kamera yang ditemukan tersebut memang rusak namun kartu memorinya masih bisa diselamatkan. Total rekaman tersebut adalah 55 jam termasuk hari terakhir kebersamaan mereka sampai ketika tsunami menerjang di lagu kedua mereka tampil.

    "Ada yang 3 jam sebelum kejadian mereka berenang bareng-bareng, foto dan dokumentasi dalam memory card itu mendokumentasikan sampai lagu pertama, kejadian itu di lagu kedua," kata Dendi. Sejumlah rekaman tersebut nantinya akan dirangkai menjadi satu film berdurasi sekitar 90 menit. Untuk adegan saat tsunami Banten terjadi akan dilakukan reka adegan.

    Sebenarnya dua minggu sebelum kejadian tsunami, Seventeen bersama manajemen telah membahas mengenai rencana pembuatan film dokumenter mengenai band mereka. Namun, akibat tragedi yang terjadi rencana tersebut harus ditunda. Diperkirakan film ini tersebut akan tayang tepat 1 tahun setelah tragedi tsunami pada 22 Desember 2019 atau pada 17 Januari 2020 bertepatan dengan ulang tahun Seventeen.

    "Keputusan nanti kan dari pihak bioskop, karena mungkin pas tanggal kejadian, 22 Desember. Kalau memang tidak bisa akhir tahun ini, mungkin awal tahun karena bulan Januari tanggal 17 ulang tahun Seventeen, jadi antara tanggal itu filmnya akan rilis," kata Dendi.

    Judul film ini sendiri sama dengan judul lagu yang diciptakan oleh  Herman, gitaris Seventeen tepat dua tahun sebelum tragedi tsunami. Lagu itu sendiri menceritakan perpisahan dengan orang terkasih. Selain Herman dan Andi, 4 orang keluarga Seventeen lainnya yang menjadi korban adalah Dylan (istri Ifan-vokalis), Bani (bassist), Oki (road manager), dan Rustam (teknisi). Satu-satunya yang tersisa adalah Ifan Seventeen

    MARVELA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.