Sumpah Darah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:"Bumi ini besar. Tapi tidak sebesar cinta orang yang bersaudara," kata Zhao Er Hu (diperankan oleh Andy Lau) kepada Pang Qing Yun (Jet Li), disaksikan oleh Jiang Wu Yang (Takeshi Kaneshiro). Mereka berkumpul membahas kesuksesan mereka yang baru saja merampok makanan dari iring-iringan tentara kerajaan. Pada saat itu, sebagian besar rakyat Cina dilanda kelaparan hebat, bahkan hingga meninggal dunia. Itu sepenggal kisah dalam film berjudul Warlords yang diproduksi Media Asia. Film yang disutradarai Peter Chan ini mengambil latar sekitar 1860, ketika Cina dipimpin oleh Dinasti Qing dan diwarnai oleh pemberontakan Taiping (1851-1864). "Rakyat menderita karena korupsi Dinasti Qing. Selama 14 tahun perang, 70 juta orang mati," kata narator di awal film. Film yang menelan biaya produksi US$ 40 juta ini bercerita tentang persahabatan tiga tokoh utama tersebut. Awalnya, Pang adalah seorang pemimpin 1.600 anggota pasukan yang dibantai oleh musuhnya. Ia kemudian bertemu dengan Jiang dan dikenalkan kepada pemimpinnya, Er Hu. Dalam penyergapan tentara kerajaan, Pang berjasa menyelamatkan nyawa Jiang. Kemudian ketiganya sepakat mengambil sumpah darah sebagai saudara. "Orang yang menyakiti saudara sendiri harus mati. Bila ada yang berkhianat, harus mati. Langit dan bumi menjadi saksi," ucap ketiganya ketika mengambil sumpah. Kondisi rakyat yang melarat dan kekurangan makanan mendorong mereka memimpin pasukannya untuk bergabung sebagai tentara pemerintah. Misi pertama mereka menaklukkan Kota Shu dengan kekuatan hanya 800 tentara. Sementara itu, musuhnya berkekuatan sekitar 5.000 anggota pasukan. Setelah menunjukkan keberanian yang luar biasa, pemerintah akhirnya mengangkat ketiganya sebagai pemimpin pasukan yang lebih besar lagi. Konflik mulai muncul di antara ketiga sahabat tersebut karena Pang tertarik dan memiliki sejarah cinta dengan istri Er Hu, yang bernama Lian (Xu Jinglei). Diam-diam Pang menjalin hubungan gelap dengan Lian. Pang diangkat menjadi Gubernur Jiangsu, sedangkan Er Hu enggan menerima tawaran pemerintah. Film dengan durasi sekitar 125 menit ini banyak diisi adegan peperangan, lengkap dengan detail kekerasannya, misalnya pedang yang mengiris leher, memotong kaki, membelah badan lawan, hingga memenggal kepala musuh. Adegan dengan darah yang berhamburan terpampang hampir di sepanjang film. Selain teknik silat yang tinggi, yang menarik dari film ini adalah adu akting di antara ketiga tokoh utamanya. Baik Jet Li, Andy Lau, maupun Takeshi Kaneshiro memainkan peran mereka dengan baik dan patut diacungi jempol. Nama besar ketiganya di dunia perfilman Asia ataupun dunia dipercaya mampu menarik penonton. Latar film pada abad ke-19 juga terasa hidup dengan segala pernak-perniknya, misalnya pakaian perang tentara Cina, kereta kuda, senjata, senapan, meriam, hingga suasana perkampungan di Cina daratan. Selain itu, film ini kaya akan latar sejarah, termasuk kisah pembunuhan Gubernur Jang pada 28 Juli 1870. Situs resmi database film memberi rating 8,1 dari 10 untuk film yang dihiasi kisah pengkhianatan dan intrik politik ini. Sutradara Peter Chan mengatakan pembuatan film ini dipengaruhi oleh film dengan latar pembunuhan Gubernur Jang, yang diproduksi pada 1973 berjudul Blood Brothers. Peter mengaku mengubah judul menjadi Warlords agar tidak menimbulkan kebingungan. Proses produksi pengambilan gambar dimulai pada Desember 2006 di Beijing, kemudian dilanjutkan di Shanghai dan Hengdian, Provinsi Zhejiang. Adapun sentuhan pascaproduksi dilakukan di laboratorium di Bangkok, Hong Kong, dan Los Angeles. TITO SIANIPARJudul: Warlords Sutradara: Peter Chan Produser: Peter Chan dan Andre Morgan Pemain: Andy Lau, Jet Li, Takeshi Kaneshiro, Xu Jinglei Genre: drama perang Produksi: Media Asia Durasi: 125 menit

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?