Dewi Perssik Somasi Kakak dan Keponakannya

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hotman Paris Hutapea dan Dewi Perssik. (Instagram - @dewiperssikreal)

    Hotman Paris Hutapea dan Dewi Perssik. (Instagram - @dewiperssikreal)

    TEMPO.CO, Jakarta - Hubungan Dewi Perssik dengan Meldi, keponakannya, semakin memanas. Tidak terima dengan pelecehan dan fitnah yang dihembuskan, Dewi Perssik menggandeng pengacara kondang Hotman Paris dan melayangkan somasi terhadap kakak dan keponakannya itu.

    "Saya mewakili keluarga besar diamanahkan untuk mensomasi kepada kakak kandung saya dan keponakan saya, atas pelecehan mau pun fitnah yang beredar selama ini," ujar Dewi Perssik di kedai Kopi Jhony, Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu, 27 Oktober 2018.

    Selama ini Dewi Perssik mengaku berusaha untuk diam dan tidak membahas masalah ini karena menyangkut keluarga. Namun semakin lama kakak dan keponakannya terus berulah. Bahkan mereka selalu memposisikan sebagai pihak yang dianiaya Dewi Perssik.Dewi Perssik (instagram.com)

    "Saya mau tanya sama teman-teman, pernah enggak saya mau diwawancara soal kasus ini? Saya selalu menghindar, enggak mau, karena ini masalah keluarga. Tapi semakin lama semakin ke sini makin menjadi. Dua orang ini setiap hari panggil wartawan, klarifikasi keadaan, bahwa dia teraniaya oleh saya," kata Dewi.

    Oleh karena itu, Dewi Perssik melayangkan somasi untuk kakak dan keponakannya. Atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik, kata Hotman, Meldi dan ibunya bisa dikenakan pasal 27 ayat 3 UU ITE dengan ancaman 4 tahun penjara.

    Baca: Gandeng Hotman Paris Hutapea, Dewi Perssik Siap Somasi Pedangdut

    "Jangan diulang lagi, kalau masih diulang lagi, ini udah dikasih surat kuasa untuk lapor ke kepolisian kalau sampai tidak berhenti," kata Hotman Paris Hutapea.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.