Analisis Najwa Shihab Kalau Syahrini Jadi Politikus

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Syahrini. Tabloidbintang.com

    Syahrini. Tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta -  Dalam perjalanan kariernya, Najwa Shihab telah mewawancarai banyak tokoh di negeri ini, tak terkecuali Syahrini. Najwa Shihab mengungkap kekagumannya pada Syahrini.

    "Dia (Syahrini) konsisten pada jalurnya ingin menjadi entertainer. Itu membuktikan bahwa Syahrini betul-betul sadar pada kemampuannya," kata Najwa Shihab yang disambut tawa para penonton, di Ciputra Artprneur, Jakarta Selatan, Kamis, 20 September 2018.

    Najwa Shihab tak bisa membayangkan jika Syahrini menjadi politikus. Menurutnya, akan sangat mengkhawatirkan jika pelantun lagu Sesuatu itu mendapat posisi penting di pemerintahan. "Salah satu permasalahan yang mungkin bisa ditemukan adalah yang ada pada dirinya. Apa-apa jadi mahal," kata Najwa lagi.

    "Walau pun kita tahu salah satu program yang mungkin akan dijalankan Syahrini kalau dia jadi politikus adalah pemerataan pendapatan. Karena dia suka berbagi dengan sesama. Berbagi dengan penjual tas mewah, maskapai penerbangan mewah," sambungnya.

    Najwa menambahkan, yang paling menonjol justru pada kreativitas Syahrini menciptakan istilah yang menjadi tren di masyarakat. Jika kelak Syahrini melakukan kampanye, kata Najwa, mungkin slogannya akan lebih terkenal ketimbang program yang ditawarkan.

    Baca: Syahrini Kenang Awal Kariernya, Pernah Ngompol di Depan Bonek

    "Kalau Syahrini melakukan kampanye, dijamin akan sama dengan kebanyakan calon pemimpin atau politisi negeri ini, slogannya lebih terkenal dibanding programnya. Tapi memang sudah pas Teh Syahrini jadi penyanyi aja karena memang punya kapasitas di sini," tutur Najwa Shihab.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.