Mat Solar Terkena Stroke sejak 2015, Begini Kronologinya

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mat Solar. Tabloidbintang.com

    Mat Solar. Tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kondisi kesehatan komedian Nasrullah atau akrab disapa Mat Solar menjadi sorotan saat dirinya hadir ke acara wisuda anaknya, Mikhail Ali Shidqi, di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya beberapa waktu lalu.

    Kala itu rektor ITS, Joni Hermana, memberi apresiasi kepada Mat Solar yang nekat hadir ke acara wisuda sang putra kendati kondisinya sedang sakit. "Ini adalah contoh orang tua yang sangat baik dalam melaksanakan tanggung jawabnya," ujarnya.

    Belakangan diketahui bahwa bintang sinetron Bajaj Bajuri dan Tukang Bubur Naik Haji itu tengah berjuang melawan penyakit stroke. Ida Nuralaila, istri Mat Solar, mengungkapkan kronologi penyakit stroke yang diderita suaminya.

    Menurut Ida, Mat Solar terkena stroke sejak 2015. "Stroke pertama di tahun 2015. Itu masih stroke ringan, normal," ucap Ida saat ditemui di kediamannya di bilangan Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa, 18 September 2018.Mat Solar menghadiri acara wisuda anaknya. (IST/Tabloidbintang.com)

    Kondisinya sempat parah pada Juli 2018. "Pas terakhir ini sudah dari akhir Juli 2018, hampir tiga bulan yang stroke lemah ini," kata Ida.

    Mat Solar kini sedang melakukan terapi di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Jakarta Selatan. Mat Solar diterapi menggunakan teknik akupunktur.

    "Akupunktur sama terapi gerak, jalan. Semua di Pondok Indah. Tapi terapi gerak itu mereka yang datang ke rumah. Kalau akupunktur, kami ke rumah sakit," ujar Ida.

    Baca: Mat Solar Gunakan Kursi Roda Saat Hadiri Wisuda Anaknya

    Sebelum menjalani terapi akupunktur di RSPI, Mat Solar sempat melakukan terapi kejut listrik di Bogor, Jawa Barat. Dia juga sempat menjalani terapi akupunktur di Depok sebelum akhirnya memutuskan ke RSPI. "Alhamdulillah awalnya lemah, sekarang sudah bisa jalan tapi pakai tongkat," kata Ida.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.