Jazz ala Bali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Mengenakan kaus hitam berkerah, celana jins hitam, dan sepatu kets putih, I Wayan Balawan mengalungkan sebuah gitar putih bercorak garis-garis. Satu gitar lainnya berwarna merah diletakkan di penyangga setinggi pinggang. Beberapa kali Balawan memainkan kedua gitar tersebut secara bersamaan dengan menggunakan teknik tapping (touch technique). Ia menggunakan delapan jari untuk menekan senar gitar seperti bermain piano. Tangan kiri memainkan kord dan bas, sedangkan jari-jari tangan kanannya memainkan melodi. Itu dilakukan, misalnya, ketika memainkan lagu Majalah ke Carik. Balawan bersama Batuan Ethnic Fusion, kelompok musik bentukannya, tampil memukau di hadapan sekitar 300 penonton di Gedung Kesenian Jakarta, Jumat malam lalu. Ia memainkan dua gitar sekaligus dengan teknik yang apik, dipadu dengan kekompakan grup Batuan Ethnic Fusion. Pertunjukan selama lebih dari dua jam itu sekaligus menutup rangkaian acara Festival Schouwburg dalam rangka ulang tahun Gedung Kesenian Jakarta yang berlangsung sejak awal September. Selain teknik tapping, Balawan memukul-mukul badan gitar untuk menciptakan ritme. Sementara itu, pada lagu lainnya Balawan menggesek senar gitarnya dengan jari sehingga mengeluarkan suara yang mirip flute dan biola. Aksi Batuan Ethnic Fusion juga mengagumkan. Para pemainnya dapat bertukar alat musik, seperti dari reong (semacam gamelan) ke rindik dan gangse. Mereka mempertontonkan kekompakan yang sangat ciamik. "Kami latihan selama sebulan penuh," kata drumer Ida Bagus Putu Brahmanta. Selain memainkan musik, para kru Batuan sempat memainkan drama kecil mengenai pertarungan adarma (kebatilan) melawan darma (kebenaran). "Itu salah satu cerita rakyat di Bali," ujar Ngurah Utawan, salah seorang pemain. Ada 15 lagu yang dibawakan Balawan dan Batuan Ethnic Fusion. Selain lagu lama, mereka membawakan beberapa lagu baru, seperti Mie Goreng Oriental dan St Thomas. Perpaduan unsur jazz dan etnik sangat terasa dalam setiap lagu yang mereka bawakan. Permainan gitar listrik Balawan dipadu dengan musik tradisional Bali menghasilkan musik yang khas. "Saya memang khusus ingin menampilkan jazz ala Bali," kata Balawan. Empat bintang tamu turut meramaikan penampilan Balawan, yakni penyanyi Netta Kusumah Dewi, biolis Didit, pianis Marusya Nainggolan, dan drumer Dion Subiakto. Beberapa alat musik tradisional yang digunakan adalah kendang, rindik, reong, suling, genjek, kemply, cengceng, dan simbal. Semua alat itu dibungkus kain Bali kotak-kotak hitam-putih. Unsur musik modern diwakili oleh gitar listrik, bas, dan drum. Pada perangkat alat drum masih ditambah kemply (semacam gamelan tunggal) yang kadang-kadang dimainkan drumer guna menambah variasi suara. Balawan mengaku akan terus konsisten menciptakan dan memainkan musik jazz yang bernuansa Bali. "Saya musisi idealis, bukan musisi million copies," ujarnya. l TITO SIANIPAR

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.