Bintangi Jailangkung 2, Jefri Nichol Dapat Pengalaman Menyelam

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktor Jefri Nichol usai peluncuran poster dan teaser film Jailangkung 2 di Kino Forum, Kemang,Jakarta Selatan, Kamis,19 April 2018.(Tempo/Ammy Hetharia)

    Aktor Jefri Nichol usai peluncuran poster dan teaser film Jailangkung 2 di Kino Forum, Kemang,Jakarta Selatan, Kamis,19 April 2018.(Tempo/Ammy Hetharia)

    TEMPO.CO, Jakarta -Aktor Jefri Nichol mendapat pengalaman menarik selama penggarapan film Jailangkung 2 yang dibintanginya. Salah satunya adalah pengalaman menyelam sedalam 40 meter.

    Baca: Deddy Sutomo Bintangi Jailangkung 2, Ini Kenangan Jefri Nichol

    “Banyak yang gua enggak ketahui di dunia ini, apalagi di dasar laut,” kata Jefri Nichol saat ditemui di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis, 19 April 2018.

    Untuk adegan di bawah laut, Jefri berlatih diving secara intensif selama tiga hari. Dari latihan itu, dia mengetahui bahwa pada saat di dasar laut ada yang boleh dipegang dan  tidak boleh dipegang. Aktor Jefri Nichol pemeran Rama dalam film Jailangkung 2 saat peluncuran teaser trailer film Jailangkung 2 di kawasan Kemang, Jakarta, 19 April 2018. Film tersebut diperankan oleh artis Lukman Sardi, Amanda Rawles, Hannah Al Rashid, Jefri Nichol serta Gabriella Quinlyn yang akan tayang serempak di bioskop pada liburan Lebaran 2018 mendatang. TEMPO/Nurdiansah

    Satu hal yang wajib diingat adalah, saat sedang menyelam, dia tidak boleh tiba-tiba naik ke atas permukaan. “Nanti paru-parunya pecah dan darah bisa keluar dari hidung,” katanya.

    Oleh sebab itu, selama syuting di dalam air, Jefri tetap menjaga ketenangan dan tidak panik. Untungnya, aktor asal Padang ini termasuk  orang yang tenang dalam situasi panik. Jefri Nichol mengaku hanya bisa diam bila sedang panik.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.