Lukman Sardi Kenang Sosok Amoroso Katamsi dan Deddy Sutomo

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktor Lukman Sardi menyambangi Polres Jakarta Selatan untuk menjenguk Tora Sudiro, Jumat, 4 Agustus 2017. Tempo /Egi Adyatama

    Aktor Lukman Sardi menyambangi Polres Jakarta Selatan untuk menjenguk Tora Sudiro, Jumat, 4 Agustus 2017. Tempo /Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Industri film Tanah Air harus kembali kehilangan salah satu aktor terbaiknya. Beberapa hari setelah Amoroso Katamsi wafat, aktor Deddy Sutomo mengembuskan napas terakhir pada usia 76 tahun, Rabu, 18 April 2018.

    Baca: Kenangan Giring Nidji dengan Deddy Sutomo

    Banyak aktor menunjukkan rasa kehilangan mereka atas kepergian Deddy dalam media sosialnya, seperti Lukman Sardi. Dalam akun Instagram-nya, Lukman mengunggah foto Amoroso dan Deddy dengan nuansa hitam putih.

    Amoroso Katamsi. TEMPO/Nurdiansah

    Lukman mengatakan Amoroso merupakan seorang aktor yang memberikan ruang untuk menyutradarai film Di Balik 98. Ia menambahkan, sosok Amoroso adalah orang yang memiliki komitmen luar biasa. Amoroso meninggal pada Selasa, 17 April 2018, setelah dirawat di Rumah Sakit Angkatan Laut Dr Mintohardjo, Jakarta. 

    Dan hari ini kembali saya kehilangan seorang aktor yang begitu hangat dan berdedikasi tinggi,” kata Lukman dalam akun Instagram-nya, Rabu. Pria berusia 46 tahun itu mengenang ketika dirinya dan Deddy melakukan syuting film Sultan Agung. Lukman mengatakan, dalam kesempatan itu, dia dan Deddy selalu menyempatkan membicarakan banyak hal di ruang sarapan.

    Suasana pemakaman almarhum Deddy Sutomo di Tanah Kusir, 18 April 2018. TEMPO/Nurdiansah

    Lukman mengucapkan selamat jalan kepada kedua aktor senior tersebut. Ia menambahkan, semua kenangan yang dilaluinya dengan Amoroso Katamsi dan Deddy Sutomo akan disimpan dengan baik dan menjadi panutan untuknya ataupun para aktor lain.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.