Filsafat Air

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Seorang pria diikat di atas sebatang pohon. Kedua tangannya terikat ke belakang. Di bawahnya, lima orang menghunjamkan panah ke sekujur tubuh si pria. Tubuh pria itu dipenuhi lubang akibat tusukan panah. Namun, yang mengalir dari tubuhnya bukan darah, melainkan air yang mengucur deras dari setiap lubang. Foto berukuran 1,5 x 1,2 meter yang mirip dengan kisah penyaliban Yesus itu diberi judul The Martyrdom. Ini salah satu karya seniman Cina, Miao Xiaochun, yang dipamerkan di Galeri Vanessa Art Link, Jakarta Selatan, 31 Agustus hingga 10 September. Dalam pameran bertajuk "H2O-Study of Art History" itu semua karya (10 foto) mengandung unsur air. Karya lainnya, yang juga menggambarkan salah satu kisah Yesus dalam kitab suci, yaitu membasuh kaki para murid. Dalam foto berukuran 1,2 x 1,2 meter itu tergambar bagaimana Yesus membasuh kaki 12 muridnya. Karya itu diberi judul The Washing of the Feet. Selain itu, masih banyak kisah lainnya dalam kitab suci, seperti kisah banjir dan kapal Nabi Nuh yang diberi judul The Duluge; kisah Yesus memanggul salib, Carrying The Cross; dan Genesis. Menurut pemilik galeri, Vanessa Sutanto, banyak karya Miao yang diilhami oleh kejadian dalam kitab suci. Miao mengambil kisah dalam kitab suci sebagai sesuatu yang universal dan diketahui publik. "Inti dari karya yang dipamerkan adalah air," ujar Vanessa kepada Tempo pada acara pembukaan pameran itu Jumat malam lalu.Vanessa melanjutkan, dalam membuat karya seninya, Miao bekerja dibantu oleh tim. Dengan menggunakan teknik animasi dan bantuan komputer, Miao menghasilkan karya fotografi dengan latar tiga dimensi yang hidup. "Semuanya dicetak di Cina. Indonesia belum bisa mencetak seukuran ini," katanya. Tapi tidak semua karya Miao yang dipamerkan itu mengambil adegan dalam kitab suci. Karya berjudul Fountain of Youth, misalnya. Foto berukuran 1,7 x 2,6 meter itu menggambarkan suasana sebuah pesta kolam. Belasan orang tampak sedang berenang dalam sebuah kolam, yang lain melingkari sebuah meja jamuan dan lainnya tampak bermain di sekitar kolam renang. Menurut Miao, air adalah salah satu komponen penting dalam kehidupan, baik hewan, manusia, maupun tumbuhan. Air, kata Miao, terus bersirkulasi melalui lautan, langit, dan tanah, tanpa henti sejak awal kehidupan hingga saat ini. "Begitu juga halnya dengan seni," ujar pria kelahiran Wuxi Jiangsu, Cina, 43 tahun silam ini. Melalui karyanya dalam pameran ini, Miao mencoba mengartikan falsafah air dalam kehidupan menjadi karya seni. Ibarat metabolisme air dalam tubuh, Miao menggambarkan seni juga mengalami metabolisme yang sama. "Sejarah seni terlalu singkat untuk diingat," ucapnya. Orang-orang dalam karya Miao yang dipamerkan tidak berpakaian atau telanjang bulat. Dan semuanya adalah pria, yang merupakan image dari Miao sendiri. Miao menggabungkan beberapa gambar dan adegan foto diri sendiri menjadi sebuah adegan dalam karya yang memiliki nilai artistik tinggi. Salah seorang pengunjung pameran, Tubagus Sukmana, juga menyatakan kekagumannya terhadap karya Miao. "Semua karyanya dikerjakan dengan sangat detail," kata Tubagus, yang juga Direktur Galeri Nasional ini. Menurut dia, karya Miao menggabungkan teknik fotografi dengan kecanggihan teknologi, tapi tetap memiliki nilai artistik yang tinggi. "Foto hanya sebagai media." TITO SIANIPAR

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.