Di Mata Keponakannya, Laila Sari Adalah Pahlawan Keluarga

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Duet antara artis senior Laila Sari dan Band Wali dalam  acara Dasyat Award 2012 di JIExpo, Jakarta, pada Januari 2012.  Laila Sari meninggal di usia 86 tahun, pada Senin, 20 November 2017, pukul 19.50 WIB, di rumahnya. Dok. TEMPO/Agung Pambudhy

    Duet antara artis senior Laila Sari dan Band Wali dalam acara Dasyat Award 2012 di JIExpo, Jakarta, pada Januari 2012. Laila Sari meninggal di usia 86 tahun, pada Senin, 20 November 2017, pukul 19.50 WIB, di rumahnya. Dok. TEMPO/Agung Pambudhy

    TEMPO.CO, Jakarta -Keponakan almarhumah Laila Sari, Dani Komara menilai sosok Laila Sari layaknya tokoh Wonder Woman. Di kondisinya yang sudah tua, Laila tetap berjuang sebagai tulang punggung keluarga.

    "Buat saya dia tuh Wonder Woman. Karena dia berjuang dalam perjalanan hidupnya, bukan untuk hidupnya. Dia mencari nafkah benar-benar hampir sepenuhnya buat menopang keluarga," kata Dani, di TPU Karet Bivak, Jakarta, Selasa, 1 November 2017.

    Lewat profesinya sebagai seniman, Laila Sari bertangung jawab menghidupi dua cucu, satu cicit, seorang anak angkat, dan seorang wanita paruh baya yang merupakan keponakannya.

    Dani sadar, dunia keartisan tak bisa menjamin hidup Laila. Apalagi di usia senjanya, di mana pekerjaan yang datang mulai berkurang. Sementara anak angkatnya tidak bekerja, dan ikut menggantungkan hidup pada Laila.

    "Tiap dia dapat job uangnya enggak bertahan lama. Dunia artis job-nya kan enggak berkesinambungan, apalagi usia dia yang sudah tua. Bahkan terkadang masih kurang. Jadi kadang masih utang kiri kanan," jelas Dani.

    Maka dari itu, lanjut Dani, setiap ada syuting sangat berarti  bagi Laila Sari. "Kalau enggak syuting, berarti enggak ada pemasukan sama sekali," ujar Dani Komara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.