Jeremy Thomas Mengatakan Anaknya Sangat Trauma

Senin, 17 Juli 2017 | 16:22 WIB
Jeremy Thomas Mengatakan Anaknya Sangat Trauma
Artis macho Jeremy Thomas menjadi caleg pada pileg 2014. Jeremy maju dari PAN, dapil DKI Jakarta III. Perolehan sementara Jeremy mendapat 1.389 di Jakarta Barat dan 873 suara di Jakarta Utara, Jika tak ada kenaikan kemungkinan besar Jeremy gagal ke Senayan. TEMPO/Melly Anne

TEMPO.CO, JakartaJeremy Thomas menyatakan anaknya, Axel Thomas, saat ini sangat trauma.



Jeremy Thomas mengatakan anaknya telah disekap dan dianiaya oleh sejumlah oknum polisi pada Sabtu, 15/7, sekitar sukul 19.00 WIB di Hotel Cristal, kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Dia telah melaporkan dugaan penyekapan dan penganiayaan itu kepada Propam Mabes Polri.



Jeremy Thomas menceritakan, puteranya mendapat luka serius di beberapa bagian tubuha. Kepada ayahnya, Axel mengatakan diintimidasi dengan diacungi pistol dan diancam dengan kekerasan.



"Sangat trauma secara psikoligis. Silakan kalau mau lihat gambarnya. Anak ini sangat trauma," ujar Jeremy Thomas di Propam Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin, 17/7. 



Sebagai seorang ayah, Jeremy sedih melihat kondisi puteranya yang babak belur dianiaya. Padahal, Axel tidak mengetahui permasalahan yang terjadi. "Dia tidak mengerti apa-apa tiba-tiba dipukuli, disiksa, dan ditodong senjata di kepala dan diborgol ke belakang dengan kondisi baju yang terbuka."



Axel pun sudah menjalani visum untuk bukti laporan atas tindak kesewenang-wenangan oknum polisi yang memperlakukan puteranya secara tidak adil. "Hasil visum kami dikawal dengan baik oleh Jatanras Polda Metro Jaya (PMJ), sudah visum langsung malam itu juga di RSCM dan hasil visumnya hari ini keluar bersama tim Jatanras PMJ dan yang akan diteruskan ke Paminal Propam," pungkas Jeremy Thomas.



Polres Bandara Soekarno-Hatta membenarkan adanya anggota Satuan Narkoba Polres Bandara Soekarno-Hatta yang dilaporkan ke Propam Polda Metro Jaya terkait dugaan penyekapan anak Artis Jeremy Thomas, Axel Mattew. "Sesuai prosedur sudah di tanganin Propam Polda Metro Jaya,"ujar Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Bandara Soekarno-Hatta Inspektur Dua Prayogo kepada Tempo, Senin 17 Juli 2017

Prayogo belum bisa menjelaskan secara rinci peristiwa dugaan penyekapan itu." Siapa saja anggota yang dilaporkan, dan ini terkait penyelidikan narkoba apa, sedang kami cek,"kata Prayogo.

Berdasarkan informasi yang beredar penyekapan pengeroyokan , penganiayan diduga dilakukan oleh oknum Satuan Narkoba Polres Bandara Soetta terhadap Axel terjadi pada Sabtu 16 Juli 2017 pukul 19.00. Saat itu, korban sedang berada di rumah di Cilandak Jakarta selatan, ditelepon temannya dan diminta datang ke Hotel Cryst Terogong.

Saat tiba di hotel itu, korban langsung di ciduk oleh beberapa orang yang diduga dari Satuan Narkoba Polres Bandara Soekarno-Hatta. Korban akhirnya di sekap selama empat jam dari pukul 19.30 sampai 22.30 wib di dalam salah satu kamar hotel tersebut.



Korban dilepaskan setelah mendapat komplain dari orang tua korban, yaitu Jeremy Thomas. Jeremy Thomas melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya dan Mabes Polri.

TABLOIDBINTANG.COM | JONIANSYAH HARDJONO

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan