Sabtu, 24 Februari 2018

Tinggi, Antusiasme Menulis Keberagaman Gender dan Seksualitas

Oleh :

Tempo.co

Selasa, 8 Agustus 2017 23:00 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tinggi, Antusiasme Menulis Keberagaman Gender dan Seksualitas

    Para pemenang lomba menulis ASEAN Literary Festival 2017 dengan tema Keberagaman Gender dan Seksualitas. Twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Tema tentang Keberagaman Gender dan Seksualitas rupanya mempunyai daya tarik yang tinggi bagi para penulis dalam lomba menulis dan liputan Ardhanary Award. Kompetisi ini diselenggarakan oleh ASEAN Literary Festival 2017, Ardhanary Institute, Aliansi Jurnalis Independen.

     Meski bertajuk lomba menulis, , ada pula peserta yang mengirimkan foto esai, dan film pendek. “Kami menerima 410 karya yang dikirim dari seluruh Indonesia, ” demikian rilis yang dikirimkan dari panitia ASEAN Literary Festival.”ini hal positif, sebagai tanda tingginya antusiasme dan perhatian public terhadap tema ini.  

     Panitia membagi lomba dalam tiga kategori yakni untuk umum, mahasiswa dan wratawan. Terdapat dua topic dominan yang menjadi perhatian peserta yakni tentang kaum Bissu—di kalangan adat Bugis, Sulawesi Selatan dan Pesantren Al Fallah sebuah pesantren yang didirikan oleh dan bagi kaum waria di Yogyakarta. “Terdapat 20 persen tulisan tentang Bissu dan 15 persen tulisan Pesantren Al Falah.”

     Para juri yakni  Sri Agustine (Direktur Ardhanary Institute),Okky Madasari (Direktur ALF) , Ging Ginanjar (Desk Editor BBC Indonesia), Arfi Bambani (Sekjen AJI) menilai banyaknya tulisan tentang dua hal ini bisa dipandang sebagai sesuatu yang positif. Seperti tingginya  perhatian, solidaritas dan kepedulian masyarakat tentang masyarakat bissu yang makin tersudutkan, dan pesantren yang terancam oleh meningkatnya konservatisme dan radikalisme.

     Para juri juga melihat sejumlah artikel yang menyoroti beberapa hal baru, yang tak banyak diketahui atau dibicarakan sebelumnya. Contohnya, seperti jenis-jenis kesenian yang kuat diwarnai keberagaman gender dan seksualitas, serta diskriminasi di kehidupan professional terkait identitas gender. Tinjauan yang ramah dari sudut agama juga muncul dalam beberapa karya.

     Akhirnya Juri memutuskan para pemenangnya. Koresponden Tempo, Shinta Maharani meraih juara kedua dari kategori wartawan.

    Kategori Mahasiswa:

    Pemenang 1:Faisal Oddang

    Pemenang 2:Abdullah Faqih

    Pemenang 3:Lizbeth Siahaan dan Zakharia Duha

    Kategori Wartawan:

    Pemenang 1: Eko Widianto (Terakota.id- Malang)

    Pemenang 2:Shinta Maharani (Korantempo-Yogyakarta)

    Pemenang 3:M. Ramond EPU (Independen.id, Jambi)

    Kategori Umum

    Pemenang 1:Halim Bahriz

    Pemenang 2: Alfa Gumilang.

    Pemenang 3 :      

    Para juri juga memberikan penghargaan khusus kepada musikus dan composer Ananda Sukarlan, aktivis Dede Oetomo dan pengamat film Eric Sasono. DIAN YULIASTUTI


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Pentingnya Memilah Sampah Sesuai Jenisnya

    Pilahlah sampah sesuai jenisnya, sampah organik, anorganik, dan sampah lainnya.