Kak Seto dan Pelawak Kartolo Bakal Main Ludruk di Jakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemerhati anak, Seto Mulyadi tiba di Polres Metro Jakarta Selatan, (4/8). Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bersama Kementerian Sosial mendatangi Mapolres Metro Jakarta Selatan untuk menjenguk tujuh tersangka bullying SMA Seruni Don Bosco yang ditahan sejak Kamis 2-8, 2012. Tempo/Aditia Noviansyah

    Pemerhati anak, Seto Mulyadi tiba di Polres Metro Jakarta Selatan, (4/8). Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bersama Kementerian Sosial mendatangi Mapolres Metro Jakarta Selatan untuk menjenguk tujuh tersangka bullying SMA Seruni Don Bosco yang ditahan sejak Kamis 2-8, 2012. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelawak Ludruk asal Surabaya, Kartolo bersama Pemerhati Anak, Seto Mulyadi atau biasa disapa Kak Seto bakal berkolaborasi main ludruk bareng di Jakarta. "Kami akan kolaborasi dengan Kak Seto dan Cak Kartolo bersama Paguyuban Konco Dhewe," kata Koordinator Paguyuban Konco Dhewe, Bram Kushardjanto saat dihubungi Tempo pada Jumat malam, 10 Maret 2017.

    Menurut Bram, Kak Seto adalah pemerhati anak yang juga pegiat kesenian daerah. Nantinya Kak Seto bersama Kartolo akan memainkan lakon genre humor berjudul 'Dalang Gersang'. Rencananya acara ini akan digelar pada Minggu, 12 Maret pukul 13.00, di Auditorium Pendopo Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

    Baca juga:

    Kak Seto Desak Pelaku Eksploitasi Anak di Riau Dihukum

    Kata dia, ludruk ini disutradarai Joko Dewo. Judul Dalang Gersang adalah cerita lama yang diambil dari salah satu judul ludruk yang pernah dilakonkan Kartolo. Nantinya, cerita itu akan dikemas dengan gaya kekinian, melibatkan penonton terlibat dalam pertunjukan.

    Kartolo dengan gaya humor khas Jawa Timur-an bakal berperan sebagai dalang wayang kulit yang mendapat pesanan menghibur acara pernikahan. Karena saking semangat menjadi dalang, kotak wayang yang ia bawa tertukar dengan kotak perkakas. Hal ini nantinya akan membuat pernikahan menjadi kacau.

    Baca pula:
    Potret Aktor Waria dalam Pertunjukan Ludruk

    Kegiatan ini sengaja diselenggarakan Paguyuban Konco Dhewe sebagai bagian pelestarian budaya Jawa Timur di Jakarta. Di tempat itu juga menjadi ajang sosial dan reunian orang-orang Jawa Timur yang tinggal di Jakarta.

    Paguyuban tersebut didirikan didirikan oleh sekitar 40 orang. Sebagian besar mereka telah berusia lanjut usia di atas 60 tahun. Mereka berasal dari berbagai latar-belakang, termasuk pengusaha, pegawai swasta, maupun pensiunan. "Tujuannya untuk mengembangkan kesenian Jawa-Timuran," tutur dia.

    Bram juga mengatakan, acara ini nantinya akan menjadi ajang reuni antara Paguyuban Konco Dhewe dengan Kartolo cs. Sosok Kartolo dianggap sebagai pelestari kesenian Ludruk di Indonesia. Sehingga sampai kini ludruk selalu digemari masyarakat. Biasanya penampilan Kartolo selalu dinanti-nanti.

    AVIT HIDAYAT


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?