Pulang dari Eropa, Berat Badan Nikita Willy Naik 4 Kilo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis Nikita Willy saat menjalani pembuatan video klip album kompilasi The Freaks, di Hidden Paradise, Pondok Cabe, Jakarta, 20 Agustus 2015. Nikita Willy tampil sangat seksi dengan balutan atasan berwarna putih, dan rok ketat berwarna merah muda. TEMPO/Nurdiansah

    Artis Nikita Willy saat menjalani pembuatan video klip album kompilasi The Freaks, di Hidden Paradise, Pondok Cabe, Jakarta, 20 Agustus 2015. Nikita Willy tampil sangat seksi dengan balutan atasan berwarna putih, dan rok ketat berwarna merah muda. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada yang berbeda dari Nikita Willy. Usai berlibur ke Eropa dan Jepang belum lama ini, tubuh Nikita terlihat kian berisi. Tak ayal perubahan tubuh Nikita sempat menuai beragam komentar dari netizen.

    Kepada tabloidbintang.com, Nikita mengakui, bobotnya memang mengalami kenaikan cukup signifikan. “Pulang dari Eropa dan Jepang, berat badan aku naik 4 kilo dan sekarang susah banget menurunkannya,” kata Nikita.

    Menurutnya, sebelum berlibur bobotnya 49 kilogram. “Pulang dari liburan naik jadi 53 kg. Sekarang berat aku 51 kilogram. Baru turun 2 kilogram. Idealnya berat badan aku antara 47 kilogram sampai 49 kilogram,” ujar Nikita yang baru merilis single terbaru bejudul  Blowed.

    Ratu sinetron itu memang tidak bisa jauh dari godaan makanan manis. "Makanan yang bikin aku gemuk itu dessert (hidangan penutup). Aku suka banget dessert,” katanya tertawa.

    Nikita mengaku lebih memilih makanan manis ketimbang makanan berat. Tak heran jika gadis ini terlihat gemuk.

    “Makanan apa pun yang manis aku suka. Walaupun aku enggak makan siang asal makan dessert enggak apa-apa,” kata Nikita yang tengah menyiapkan sinetron terbarunya bersama Sinemart.

    TABLOID BINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.