Alasan Pengumuman Hadiah Sastra Rancage Ditunda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pementasan Teater Sandekala  yang diangkat dari novel berbahasa Sunda pemenang hadiah sastra Rancage 2008.(TEMPO/Yoseph Arkian)

    Pementasan Teater Sandekala yang diangkat dari novel berbahasa Sunda pemenang hadiah sastra Rancage 2008.(TEMPO/Yoseph Arkian)

    TEMPO.CO, Bandung - Yayasan Kebudayaan Rancage menunda pengumuman peraih Hadiah Sastra Rancage yang biasanya rutin dihelat setiap tahun pada 31 Januari. Ketua yayasan tersebut, Taufiq Hidayat, menyatakan panitia memerlukan waktu tambahan untuk kerja dan penilaian dewan juri terkait dengan masuknya buku-buku sastra berbahasa Banjar Kalimantan dan Using Banyuwangi.

    Taufiq menuturkan ajang penghargaan Rancage kali ini diramaikan buku-buku sastra modern berbahasa daerah, seperti Banjar Kalimantan dan Using Banyuwangi. Selain itu, ada buku sastra berbahasa Lampung, Batak, dan Minang.

    Adapun tiga bahasa pada buku sastra yang rutin dinilai dewan juri, yaitu Sunda, Jawa, dan Bali. Buku sastra yang dinilai tersebut merupakan karya baru hasil terbitan 2016.

    Panitia kini perlu menambah juri untuk menilai buku karya sastra berbahasa Banjar dan Using. “Keduanya melibatkan lembaga bahasa daerah sebagai juri,” kata Taufiq, Rabu, 1 Februari 2017.

    Pengurus Yayasan Kebudayaan Rancage berencana mengumumkan para pemenang pada 21 Februari 2017, bertepatan dengan peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional di Bandung.

    Selama 28 tahun, Yayasan Kebudayaan Rancage memberikan Hadiah Sastra Rancage untuk sastra Sunda, 23 tahun untuk sastra Jawa, dan 20 tahun untuk sastra Bali. Selain itu, 3 tahun penghargaan untuk sastra Lampung dan pada 2015, penghargaan perdana untuk sastra Batak.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.