Usai Melanglang Buana, Senyawa Konser Tunggal di Tanah Air

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Senyawa - Rully Shabara & Wukir Suryadi. facebook.com

    Senyawa - Rully Shabara & Wukir Suryadi. facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Duo Senyawa, vokalis  Rully Shabara dan instrumen swadaya Wukir Suryadi yang telah melanglang buana, akan menggelar konser tunggal di Gedung Kesenian Jakarta. Konser bertajuk Tanah+Air itu akan berlangsung  pada  Kamis, 22 Desember 2016.

    “Kini, akhirnya Senyawa akan menggelar konser tunggal untuk pertama kalinya di tanah air, membawakan repertoar penuh yang mencerminkan progresi musik mereka selama ini dengan layak.” Kristi Monfries, manajer Senyawa dalam siaran pers yang diterima Tempo.

    Tanah+Air  adalah dua kata yang diambil dari dua judul lagu Senyawa. Tanah dan Air adalah dua kata yang berbeda tapi jika digabung menjadi satu frasa yang artinya Negara Asal.

    Konser Senyawa diselenggarakan oleh G Production. Lembaga ini ingin menampilkan Senyawa di Gedung Kesenian Jakarta secara utuh. "Hal tersebut juga sejalan dengan pandangan G Production untuk mempresentasikan gagasan-gagasan menarik dalam bermusik di Gedung Kesenian Jakarta," kata Ferry Dermawan, direktur program G Production. 

    Ferry mengatakan Senyawa akan mempresentasikan sejarah musik mereka dan mengajak penonton ke dalam perjalanan bunyi melalui perkembangan awal hingga mencapai kematangan musikalitas mereka  di festival-festival utama internasional. Gedung Kesenian Jakarta dinilai sebagai tempat konser yang sempurna untuk menghadirkan restrospeksi musikal ini karena reputasinya yang bergengsi.

    Senyawa memulai langkah mereka di Yogyakarta pada 2010.  Mereka telah melakukan tur di berbagai negara secara konsisten dan telah tampil di hampir 30 negara. Tampil di sejumlah festival bergengsi, Senyawa pernah berkolaborasi dan berbagi panggung dengan sejumlah nama penting seperti Damo Suzuki, Keiji Haino, Oren Ambarchi, Sun Ra Arkestra, Melt Banana, Death Grips, Trevor Dunn, Swans, hingga Bon Iver.

    Senyawa telah merilis satu EP oleh Yes No Wave Musik, tiga album penuh berbentuk  piringan hitam berukuran 12 inci, yakni Acaraki (2013) oleh DualPlover (Australia), Anggr (Perancis), Menjadi (2014) oleh Morphine Records (Jerman). Juga Puncak (2016) oleh Cejero (Denmark), satu album split 10” bersama Melt Banana, dan sejumlah album kolaborasi bersama Arrington deDionyso dan Kazuhisa Uchihashi.

    DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.