Ribut dengan Mario, Deddy Corbuzier: Rugi Rp 40 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deddy Corbuzier BintangOnline

    Deddy Corbuzier BintangOnline

    TEMPO.CO, Jakarta - Deddy Corbuzier menilai berita tentang konfliknya dengan Mario Teguh sudah terlalu heboh. Bahkan melebihi kabar perceraiannya dengan Kalina Oktarani beberapa tahun silam. Saat ditanya soal kerugian materi gara-gara kehebohan ini, Deddy Corbuzier menjawab sambil bergurau. "Rugi 40 triliun," ucap Deddy, seperti dikutip Tabloidbintang.com, Rabu, 28 September 2016.

    Ia mengatakan, gara-gara perseteruan dengan Mario itu, ia jadi pusat pemberitaan. "Ini kan beritanya wow. Setiap hari, lho. Saya tuh nggak pernah seumur hidup saya berita saya sebanyak ini," kata Deddy yang awal karirnya dikenal sebagai ilusionis.

    "Saya tuh artis, terserah mau artis, selebritis, public figure, terserah. Gue nggak suka sama artis juga soalnya. Saya adalah public figure yang paling jarang masuk infotainment," kata Deddy Corbuzier.

    Deddy menyayangkan masalah dia dengan Mario Teguh bisa sebesar ini. Sebab, dirinya muncul terus di media bukan karena prestasi atau karya. Melainkan akibat isu negatif yang menyeret nama seorang motivator handal dan pemuda yang tak diakuinya sebagai anak.

    "Saya bukan Raffi Ahmad atau Ayu Ting Ting. Gue nggak mau masuk infotainment kalau nggak perlu. Kecuali, saya punya karya, saya undang teman-teman wartawan walaupun masuknya gosip habis itu," katanya.

    Kehebohan ini, lanjut Deddy, sedikit banyak cukup merugikan baginya. Deddy harus meluangkan banyak waktu untuk membahas masalah ini dengan pengacara dan melayani wawancara awak media. "Ini sekarang saya ada di mana-mana. Di koran ada, di online berita ada, di televisi ada. Muka gue terus gitu. Tempelin nama Kiswinar, tempelin nama Mario Teguh, somasi begini. Tiap hari begitu. Itu apa nggak kerugian buat saya?" ujar Deddy.

    TABLOID BINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.